Electronic Resource
PENGARUH PERBEDAAN JENIS IKAN DENGAN METODE PEMBEKUAN AIR BLAST FREEZER (ABF) TERHADAP MUTU IKAN
RINGKASAN
CHOLIFATUL CHOIRIYAH NPM. 1309130017 PENGARUH PERBEDAAN JENIS IKAN DENGAN METODE PEMBEKUAN AIR BLAST FREEZER (ABF) TERHADAP MUTU IKAN
Sebagai bahan makanan, ikan mengandung komponen-komponen antara lain protein, lemak, vitamin dan mineral yang dibutuhkan manusia. Komposisi kimiawi daging ikan berbeda antara satu dengan yang lain tergantung pada spesies ikan itu sendiri, Ikan swangi (Priacanthus tayenus) dan Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) merupakan ikan konsumtif dikalangan masyarakat lokal hingga luar negeri, beberapa perusahaan eksportir menjadikannya produk dengan beberapa macam olahan seperti produk frozen perikanan dengan bentuk Whole Round.
Maksud Penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan mutu ikan swangi (Priacanthus tayenus) dan Ikan Kurisi (Nemipterus hexodon) bentuk Whole Round akibat proses pembekuan dan lama penyimpanan beku dengan menggunakan metode Air Blast Freezing sebagai alat mesin pembeku, parameter yang diamati meliputi nilai Total Plate Count (TVC) dan Total Volatine Base (TVB).Penelitian ini dilaksanakan di CV. Sembada Tambakboyo Tuban, untuk uji mutunya dilakukandi Laboratorium Kimia Universitas Muhammadiyah Malang.
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan hasil yang didapat pada Uji Organoleptik kedua jenis ikan yaitu ikan Swangi (P) dan ikan Kurisi (H) memiliki nilai rata-rata 7 dan 8, nilai 7 adalah nilai ambang batas tingkat kesegaran seperti yang disebutkan pada SNI 01-2346-2006 tentang proses pembekuan ikan. Hasil analisa Total Plate Cont menunjukkan nilai TPC pada ikan Swangi dan ikan kurisi pada lama penyimpanan hari ke-1 thitung (0,514) < t 5% (2,101) < t 1% (2,878) maka tidak ada perbedaan nyata diantara perlakuan, begitu juga pada hari lama penyimpanan ke-30 menunjukkan bahwa thitung (1,963) < t 5% (2,101) < t 1% (2,878) maka tidak ada perbedaan nyata diantara perlakuan. Nilai rata-rata TPC ikan swangi (P) adalah 0,919 koloni/g dan ikan kurisi (H) adalah 0,795 koloni/g pada hari ke-1 sedangkan nilai rata-rata kadar TPC pada lama penyimpanan hari ke-30 yaituikan swangi (P) 7,665 koloni/g dan ikan kurisi (H)7,808 koloni/g kedua perlakuan memiliki jumlah mikroba dibawah jumlah maksimum menurut SNI 01-2729.1-2006 yaitu sebesar 5 x 105 koloni/g.Hasil analisa Total Volatile Basenilai TVB pada ikan swangi (P) dan Ikan kurisi (H) pada lama penyimpanan hari ke-1 menunjukan bahwa thitung (1,158) < t5% (2,101) < t1% (2,878) tidak terdapat pengaruh yang nyata diantara kedua perlakuan, begitu juga pada lama penyimpanan hari ke-30 menunjukkan bahwa t hitung (1,679) < t5%2,101) < t1% (2,878) tidak terdapat pengaruh nyata pada kedua perlakuan. Nilai rata-rata TVB pada jenis ikan swangi (P) adalah 1,283 mg/100g dan ikan kurisi (H) adalah 1,029 mg/100g pada hari ke-2 sedangkan nilai rata-rata kadar TVB padahari ke-30 yaitupada ikan swangi (P) 3,082 mg/100g danikan kurisi 3,324 mg/100g.
No other version available