Penelitian Dosen Ilmu Politik
PENGARUH PERBEDAAN LAMA PERENDAMAN LARUTAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) TERHADAP KESEGARAN MUTU IKAN SWANGI (Priacanthus tayenus) PADA PENYIMPANAN SUHU DINGIN 4 oC
RINGKASAN
M. YUSUF NPM 1309110027 PENGARUH PERBEDAAN LAMA PERENDAMAN LARUTAN BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) TERHADAP KESEGARAN MUTU IKAN SWANGI (Priacanthus tayenus) PADA PENYIMPANAN SUHU DINGIN 4 oC
Salah satu masalah yang sering timbul pada sektor perikanan adalah mempertahankan mutu, penyimpanan dingin diketahui dapat mempertahankan mutu ikan segar, namun beberapa bakteri pembusuk mampu bertahan pada suhu dingin, oleh karena itu, penyimpanan dingin perlu dikombinasikan dengan metode pengawetan yang lain, salah satunya dengan memanfaatkan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L), karena mengandung senyawa flavonoid, terpenoid dan fenol, senyawa-senyawa tersebut merupakan senyawa antibakteri, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pengawet alami ikan segar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama perendaman larutan buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap kesegaran mutu ikan Swangi (Priacanthus tayenus) pada penyimpanan suhu dingin 4 oC. Dan untuk mengetahui perlakuan mana yang paling optimal diantara ketiga perlakuan.
Penelitian ini dilakukan di ruang observasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Palang Kecamatan Palang Kabupaten Tuban Propinsi Jawa Timur. Pada tanggal 20 Mei ? 20 Juli 2015. Materi utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan swangi dan buah belimbing wuluh.
Penelitian ini menggunakan metode Eksperimental, rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuaan A (perendaman 5 menit), perlakuan B (perendaman 15 menit) dan perlakuan C (perendaman 30 menit). Parameter yang diamati adalah tingkat kesegaran mutu ikan yang dianalisis melalui uji organoleptik. Analisa data menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) dengan tabel distribusi F atau Uji F
Berdasarkan hasil penelitian melalui uji organoleptik ikan segar, perlakuan C memperoleh total nilai score 116.18, perlakuan B : 113.03 dan perlakuan A: 103.42. Pada perhitungan Uji F /ANOVA menunjukkan nilai Fhitung (39,81) > Ftable, 1% (18,00), maka terdapat perbedaan sangat nyata (hight significant), sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Berdasarkan hasil uji Beda Nyata Terkecil (BNT) 1% menunjukkan perlakuan yang paling optimal adalah perlakuan C (perendaman 30 menit).
Kata kunci : Belimbing Wuluh, Ikan Swangi, Uji Organoleptik, Mutu Ikan segar.
No other version available