Penelitian Dosen
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN
ABSTRAKSI
Elisa, Siti. 2018 : Penerapan Pendekatan Scientific Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi
Keuangan.
Pembimbing : Dr. Dumiyati, M.Pd.
Kata Kunci : Pendekatan scientific learning, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar siswa
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang maksimalnya kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dalam penerapan pendekatan scientific learning dalam kegiatan belajar mengajar. Rumusan masalah yang penulis ajukan adalah bagaimanakah aktifitas belajar, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, dan respon siswa setelah mengikuti pembelajaran Akuntansi Keuangan dengan pendekatan scientific learning di kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 2 Tuban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktifitas belajar, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, dan respon siswa setelah mengikuti pembelajaran Akuntansi Keuangan dengan pendekatan scientific learning di kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 2 Tuban pada proses belajar mengajar. Subjek penelitian ini yakni siswa kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 2 Tuban tahun pelajaran 2017/2018 dengan jumlah 35 siswa. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, tes dan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistic deskriptif per siklus.
Hasil penelitian yang diperoleh yakni aktifitas belajar siswa setelah diterapkannya pendekatan scientific learning mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I presentase aktifitas belajar siswa 52,2% dengan kategori cukup efektif, meningkat pada siklus II dengan presentase aktifitas belajar siswa62,2% dengan kategori cukup efektif, dan pada siklus III menjadi 84% dengan kategori aktif. Peningkatan aktifitas belajar siswa juga diikuti dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada setiap siklusnya. Pada siklus I presentase kemampuan berpikir kritis 31,4% dengan kategori kurang baik, meningkat pada siklus II dengan presentase kemampuan berpikir kritis 91,4% dengan kategori sangat baik, dan pada siklus III menjadi 94,2% dengan kategori sangat baik. Hasil belajar siswa setelah diterapkannya pendekatan scientific learning mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada siklus I presentase hasil belajar siswa 77,1% dengan kategori tinggi, meningkat pada siklus II dengan presentase 85,7% dengan kategori sangat tinggi dan pada siklus III menjadi 94,2% dengan kategori sangat tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktifitas belajar, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar setelah diterapkannya pendekatan scientific learning mengalami peningkatan.
No other version available