Equipment
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DITINJAU DARI GAYA BELAJAR PREFERENSI SENSORI
Nilai yang diberikan guru terhadap siswa seolah diasumsikan sebagai prestasi yang mengambarkan kemampuan dalam memcahkan masalah, sementara dalam memberikan nilai rata-rata Guru hanya melihat nilai tugas dan nilai ujian seolah, Guru sering melupakan tugasnya sebagai observer sehingga proses penyelesaiannya soal dan latar belakang siswa termasuk gaya belajarnya tidak terpantau. Untuk mewujudkan tujuan pembelajaran, proses penyelesaian masalah dan gaya belajar siswa harus mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII Mts Muhammadiyah Karangagung yang memiliki gaya belajar preferensi sensori yang berbeda. Teknik pengumpulan data dalam penelitian komparatif kuantitatif ini menggunakan tes kemampuan pemecahn masalah matematika dan angket gaya belajar preferensi sensori. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik ragam satu arah (One Way Anova) dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 17. Hasil penelitian berdasarkan analisis data menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang memiliki gaya belajar preferensi sensori : gaya belajar kinestetik 41.7 % , siswa berkemampuan tinggi terdapat pada gaya belajar kinestetik dengan rata-rata sebesar 79.42 dan siswa berkemampuan rendah terdapat pada gaya belajar auditori dengan rata-rata sebesar 59.16.
No copy data
No other version available