Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK KELOMPOK A DI TK PKK RAHAYU TELOGOREJO GAMPANGSEJATI LAREN LAMONGAN TAHUN AJARAN 2014/2015
ABSTRAKSI
Qomariyah, 2015. : Peningkatan Kemampuan Berbahasa Melalui Metode Bermain Peran Pada Anak Kelompok A Di TK PKK Rahayu Telogorejo Gampangsejati Laren Lamongan Tahun Ajaran 2014/2015.
Pembimbing : Lilik Mawarti Ningsih, S.Pd, M.Pd
Kata Kunci : Kemampuan Berbahasa, Kegiatan sentra bermain peran.
Kemampuan berbahasa Kemampuan berbahasa merupakan salah satu bidang pengembangan kemampuan dasar yang dikembangkan di PAUD. Dalam Permendiknas no.58 tahun 2009 ditetapkan bahwa Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan (TPP) kemampuan bahasa meliputi: menerima, mengungkapkan bahasa, dan keaksaraan. Dalam hal ini, anak diharapkan mampu melakukan percakapan. Hasil penilaian menunjukan, anak belum mampu berkembang sesuai harapan. Adanya permasalahan tersebut mendoronng upaya peningkatan kemampuan berbahasa. Bermain peran adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa. Dalam bermain peran anak akan berdialog, sehingga dapat menambah perbendaharaan kata dan semakin aktif melakukan percakapan. Hal ini dapat dijadikan sebagai kajian sumber belajar terkait peningkatan kemampuan berbahasa.
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kegiatan sentra bermain peran dapat meningkatkan kemampuan berbahasa di kelompok A TK PKK Rahayu Telogorejo Gampangsejati Laren Lamongan Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan sentra bermain peran dapat meningkatkan kemampuan berbahasa di kelompok A TK PKK Rahayu Telogorejo Gampangsejati Laren Lamongan Tahun Pelajaran 2014/2015.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan di TK TK PKK Rahayu Telogorejo Gampangsejati Laren Lamongan. Subjek penelitian adalah siswa kelompok A Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan jumlah 20 anak. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2015, dengan menggunakan metode observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Instrumen penelitian berupa lembar observasi. Analisis data dengan teknik deskriptif kuantitatif.
Hasil analisis data menunjukkan, dalam kemampuan peningkatan berbahasa anak pada pra siklus ketuntasan klasikal 40% 6 siklus I 55% meningkat menjadi 90% pada siklus II, kemudian pada siklus III meningkat lagi menjadi 100%.
No other version available