TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PROFIL KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI GENDER
ABSTRAKSI
Ni?mah, Muhimmatun. 2016
:
Profil Kemampuan Koneksi Matematika Siswa SMP Dalam Memecahkan Masalah Matematika ditinjau dari gender
Pembmbing I : Mu?jizatin Fadiana, S.Si, M.Pd.
Pembimbing II : Surawan, S.Pd.
Kata Kunci : koneksi matematika, siswa smp kelas viii, memecahkan masalah, gender
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan koneksi matematika dalam memecahkan masalah ditinjau gender. Pemilihan subjek laki-laki dan perempuan berdasarkan tingkat kemampuan yang setara dilihat dari tes kemampuan matematika dan nilai rapor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana data yang diperoleh berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan pemberian tes pemahaman konsep dan wawancara. Dalam penelitian ini diamati siswa laki-laki dan perempuan SMP Muhammadiyah 3 Bancar kelas VIII.
Peneliti melakukan wawancara pada kedua subjek penelitian. Wawancara tersebut direkam kemudian hasilnya ditranskripkan dan dikodekan. Untuk memperoleh data yang valid, data yang diperoleh ditriangulasi. Kemudian data yang valid dianalisis untuk memperoleh kesimpulan. Hasilnya berupa kemampuan koneksi matematika siswa SMP kelas VIII pada bangun ruang sisi datar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam profil kemampuan koneksi matematika siswa SMP dalam memecahkan masalah ditinjau dari gender terdapat persamaan dan perbedaan antara subjek laki-laki dan subjek perempuan. Berdasarkan langkah pemecahan masalah polya dalam koneksi matematika kedua subjek sudah sesuai dan sama dalam langkah penyelesaiannya. Pada langkah memahami masalah kedua subjek sama-sama menghubungkan antara konsep yang diketahui dengan yang ditanyakan, tetapi subjek laki-laki memahami soal dengan cara membaca soal hanya satu kali sedangkan subjek perempuan berulang kali dalam memahami soal. Pada langkah merencanakan pemecahan masalah dalam kemampuan koneksi matematika kedua subjek sama-sama menjelaskan hubungan dari informasi yang sudah dikumpulkan dan langkah-langkah yang akan digunakan dalam memecahkan soal, tetapi perbedaan kedua subjek yaitu subjek laki-laki kurang mendetail dalam hal komunikasi dibandingkan dengan subjek perempuan lebih mendetail. Pada langkah melaksanakan pemecahan masalah, secara umum hasil penyelesaiannya sama, tetapi subjek laki-laki hasil penyelesaiannya menunjukkan sudah lengkap tapi kurang rapi sedangkan subjek perempuan hasil penyelesaiannya lengkap dan rapi ini karena perempuan dan laki-laki memiliki preferensi yang berbeda dalam penggunaan strategi pemecahan masalah matematika. Pada langkah memeriksa kembali, dalam kemampuan koneksi matematika kedua subjek sama-sama mengevaluasi semua tindakan yang telah dilakukan dalam memecahkan masalah.
No other version available