TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP
ABSTRAK
Diana Novitayanti : Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP
Pembimbing I
Pembimbing II : Mu?jizatin Fadiana, S.Si, M.Pd
Edy Nurfalah S.Pd,M.Sc.,
Kata Kunci : Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW), Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti di SMP Al-Akbar Brondong siswa terbiasa menyelesaikan soal secara singkat dan langsung pada penyelesaiannya, siswa tidak mengetahui bagaiamana proses penyelesaiannya, selain itu siswa belum terlatih memahami masalah, menjawab masalah, dan memberikan kesimpulan dalam memahami masalah. Hal tersebut berdampak pada kemampuan berpikir kritis yang rendah. Oleh karena itu peneliti ingin memperbaiki proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, mendeskripsikan peningkatan aktivitas siswa dan guru dengan diterapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW), dan mendeskripsikan respon siswa setelah diterapkan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK).
Penelitian ini dilaksanakan di Al-Akbar Brondong kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa dan angket respon siswa. Analisis data dilakukan dengan mengolah skor kemampuan berpikir kritis siswa, analisis data aktivitas guru dan siswa, dan analisis data respon siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada pokok bahasan bangun ruang prisma dan limas kelas VIII di SMP Al-Akbar Brondong dikatakan berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Secara klasikal kualitas kemampuan berpikir kritis siswa memperoleh skor pada siklus I memberikan penjelasan dasar 58 menentukan dasar pengambilan keputusan 70 dan menarik kesimpulan 50, pada siklus II memberikan penjelasan dasar 83 menentukan dasar pengambilan keputusan 80 dan menarik kesimpulan 57, dan pada siklus III memberikan penjelasan dasar 94 menentukan dasar pengambilan keputusan 85 dan menarik kesimpulan 69. Aktivitas siswa yang diperoleh yaitu siklus I, II, III termasuk dalam kategori efektif. Respon positif yang diberikan siswa sebesar 94%.
No other version available