Laporan Penelitian Dosen
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MATERI KEKHASAN BANGSA MELALUI MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVENT DIVISION) PADA SISWA KELAS III SEMESTER 2 SD N KLAYUSIWALAN 02 KECAMATAN BATANGAN KABUPATEN PATI TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017
ABSTRAKSI
Purwanto, Edi. 2017 : Peningkatan hasil belajar PKn materi kekhasan bangsa
melalui model STAD pada siswa kelas 3 semester 2 SD
N Klayusiwalan 02 Kecamatan Batangan Kabupaten
Pati
Pembimbing I : Dr.Sukisno, M.Pd.
Pembimbing II : Putra Johan Bahagia, M.Pd.
Kata Kunci : Model tipe STAD, Hasil Belajar.
Berdasarkan hasil observasi di SDN Klayusiwalan 02 pada materi Kekhaan Bangsa rata-rata hasil belajar siswa masih rendah yaitu baru mencapai 64,71 % siswa yang tidak tuntas. Hal itu merupakan masalah bagi guru untuk meningkatkan hasil belajar pada pokok bahasan tersebut. Upaya yang dilakukan melalui penggunaan model STAD diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar materi Kekhasan Bangsa. Rumusan masalah yang diajukan dalam skripsi ini berbunyi ?Bagaimana penerapan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievent Division) pada materi Kekhasan Bangsa pada siswa kelas III semester 2 SDN Klayusiwalan Kecamatan Batangan Kabupaten Pati tahun pelajaran 2016/2017 ? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran STAD (Student Teams Achievent Division) pada materi Kekhasan Bangsa.
Penelitian ini dengan penelitian tindakan kelas (PTK), dilaksanakan selama dua siklus, metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan pengamatan dan tes. Subyek penelitian adalah siswa kelas III, indikator keberhasilan penelitian ini adalah jika rata-rata kelas telah meperoleh nilai minimal 7,5. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif.
Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari persentase klasikal ketuntasan belajar pada data awal siswa yaitu Sebesar 64,71 dengan kriteria tidak tuntas. Pada siklus I sebesar 35.29% dengan kriteria tuntas dan pada siklus II sebesar 11,77 dengan kriteria tidak tuntas. Selain dari meningkatnya hasil belajar, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran di kelas juga ikut mengalami peningkatan, pada siklus I diperoleh persentase klasikal 60,3% dengan kriteria aktif kemudian pada siklus II sebesar 70,9% dengan kriteria aktif.
No other version available