Laporan Penelitian Dosen
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NONEXAMPLE PADA PELAJARAN IPS MATERI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN BABAGAN KECAMATAN LASEM KABUPATEN REMBANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKSI
Solikhah, Nurul Hidayatul : Penerapan Model Pembelajaran Example Non
Example pada Pelajaran IPS Materi Perkembangan Teknologi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Babagan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2016/2017
Pembimbing : Drs. Suharsono, M.Pd dan Saeful Mizan, M.Pd
Kata Kunci : Model Example Non Example, Hasil Belajar.
Hasil belajar IPS materi perkembangan teknologi kelas IV SD Babagan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang pada tahun pelajaran 2016/2017 masih rendah. Dilihat dari data hasil belajar tahun pelajaran 2016/2017 didapatkan bahwa dari 28 siswa yang mendapat nilai di atas KKM yaitu 70 hanya 7 siswa, sementara 21 siswa mendapat nilai dibawah KKM. Hal ini terjadi karena dalam penyampaian materi pelajaran guru menggunakan metode ceramah. Siswa lebih banyak duduk diam, serta diberikan tugas saja pada saat pembelajaran berlangsung. Akibatnya siswa cenderung bosan terhadap pembelajaran. Permasalahan tersebut harus segera diselesaikan. Langkah yang dapat ditempuh untuk menyelesaikan masalah tersebut yakni dengan mengganti model pembelajaran yang digunakan yang lebih menitik beratkan pada keaktifan siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian yang berjudul ?Penerapan Model Pembelajaran Example Non Example pada Pelajaran IPS Materi Perkembangan Teknologi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Babagan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2016/2017?.
Subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN Babagan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 28 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Cara pengumpulan data dilakukan melalui tes evaluasi, pengamatan aktivitas belajar siswa, serta aktivitas guru saat pembelajaran berlangsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I rata-rata nilai hasil belajar siswa 67,5, persentase aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran sebesar 61,7%, dan nilai performansi guru 72,5 (B). Pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar siswa 80,35 dengan ketuntasan belajar 75%, aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran 73,5%, dan nilai performansi guru 81,25 (AB). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat diambil kesimpulan bahwa model Example Non Example dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
No copy data
No other version available