Electronic Resource
PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN ALAMI ( Natural Bait ) PADA ALAT TANGKAP RAWAI DASAR ( Bottom Long Line ) TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN REMANG ( Congresox Talabon ) DI PERAIRAN BAWEAN
RINGKASAN
HENDRIYONO NPM. 1309130006 PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN ALAMI ( Natural Bait) PADA ALAT TANGKAP RAWAI DASAR ( Bottom Long Line ) TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN REMANG (Congresox talabon ) DI PERAIRAN BAWEAN.
Perairan Bawean merupakan salah satu daerah penangkapan (Fishing Ground) yang sangat luas bagi alat tangkap rawai dasar (Bootom Long Line). Ikan Remang (Congresox talabon) merupakan ikan demersal yang paling dominan terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap rawai dasar (Bottom Long Line) sebagai hasil perikanan yang bernilai ekonomis penting dan komoditi ekspor. Rawai dasar (Bottom Long Line) merupakan alat penangkap ikan termasuk jenis perangkap dan termasuk tergolong penangkapan ikan dengan menggunakan tali (Line Fishing) dan bersifat pasif. Banyak beberapa faktor untuk menunjang keberhasilan penangkapan dengan menggunakan alat tangkap rawai dasar (Bottom Long Line) antara lain teknik penangkapan, penanganan hasil tangkapan, penentuan daerah penangkapan (Fishing Ground), dan juga yang terpenting adalah cara memilih jenis umpan yang baik.
Maksud dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil tangkapan dengan perbedaan jenis umpan yang berbeda. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis umpan yang paling efektif untuk menangkap ikan Remang (Congresox talabon) pada alat tangkap rawai dasar (Bottom Long Line ), sehingga dapat menghasilkan tangkapan yang maksimal.
Daerah penangkapan (Fishing Ground ) pada saat penelitian adalah perairan Bawean. Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 April sampai 14 Mei 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eksperimental Fishing dan rancangan percobaan yang dipakai adalah menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan menggunakan 3 perlakuan dan 9 kali ulangan , maka terdapat 27 satuan percobaan, pemakaian umpan ikan Tembang menunjukkan jumlah hasil tangkapan dalam satuan ekor yang paling banyak dibandingkan dengan pemakaian umpan yang lain. Hal ini di dasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan tiga jenis umpan yang berbeda dengan jumlah 600 unit mata pancing dengan 9 kali ulangan menghasilkan jumlah tangkapan ikan remang (Congresox talabon), umpan Ikan Tembang (Sardinella Fimbriatta) 106 ekor, umpan Ikan Selar (Selaroides Leptolepis) 84 ekor dan umpan ikan layang (Decapterus sp) 99 ekor.
Pemakaian umpan dengan jenis ikan Tembang (Sardinella Fimbriatta) ternyata memperoleh nilai hook rate yang tertinggi 53% dibandingkan dengan pemakaian umpan Ikan Selar (Selaroides Leptolepis) nilai hook rate 42% dan pemakaian umpan Ikan Layang (Decapterus sp) nilai hook rate 49,50% dengan 9 kali ulangan. Dari hasil menunjukkan bahwa Fhitung perlakuan (5.53) > Ftabel 5% (3.63) tetapi < Ftabel1% (6.23) maka terdapat perbedaan yang nyata diantara perlakuan (significant).
Kata kunci :Umpan alami, Rawai dasar, Ikan Remang. Perairan Bawean
No other version available