Electronic Resource
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) PADA PAKAN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SURVIVAL RATE (SR) BIBIT IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)
RINGKASAN
ERLAND RISQIYANTO. NPM. 1309130016 PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) PADA PAKAN DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SURVIVAL RATE (SR) BIBIT IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus). Di bawah Bimbingan Dr. Sri Rahmaningsih, M.P dan Achmad Sudianto, S.Pi., M.P.
Ikan merupakan bahan pangan berkadar protein tinggi, serta mengandung asam amino penting yang dibutuhkan oleh manusia. Pertumbuhan yang cepat dan pakan tambahan yang sangat varitif dan mudah ketersediaannya menjadi faktor pemilihan komoditas ini untuk dibudidayakan bagi para pelaku budidaya. Kulit kecambah kacang hijau kaya akan serat sehingga baik untuk pencernaan. Kulit Kecambah kacang hijau memiliki protein yang sangat tinggi sehingga cocok digunakan sebagai campuran pembuatan pakan pellet ikan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus) pada pakan dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan survival rate (SR) bibit ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Untuk mengetahui penggunaan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 22 Mei sampai 3 Juni 2017 di laboratorium UNIROW Tuban.
Materi yang digunakan dalam penelitian adalah pengaruh penambahan tepung kulit kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus) pada pakan dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan survival rate (SR) bibit ikan lele, pertumbuhan mutlak (gram) dan kelangsungan hidup (SR). Bahan yang digunakan dalam penelitian : bibit ikan lele ukuran 6,5-7,5 cm berumur kisaran 30-35 hari, pellet pabrik ukuran (PF99), tepung kulit kecambah kacang hijau, air. Peralatan yang digunakan dalam penelitian : bak bundar diameter 24 cm tinggi 40 cm dengan volume 20 liter, aerator, selang aerasi, batu aerasi, serok, selang, penumbuk, waring, timbangan digital, kamera handphone, penggaris 30cm, bulpoint, buku tulis, thermometer, pH meter, DO meter.
Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu ikan lele dengan asumsi ukuran dan umur bibit, serta bentuk dan besar media pemeliharaan dianggap sama (homogen). Dengan 5 perlakuan yaitu pellet + tepung kulit kecambah kacang hijau, (A). 0% (control tanpa dosis), B. 5%, C. 10%, D. 15%, E. 20% perlakuan dan 3 kali ulangan.
Hasil dari penelitian pertumbuhan berat mutlak (gram) yaitu perlakuan D dosis 15% mempunyai rata-rata berat mutlak 180 (gram) terbaik dari perlakuan lainnya. Sedangkan untuk kelulusan hidupan (SR) pada perlakuan D memiliki rata-rata prosentase daya hidup baik yaitu 98,6%.
No other version available