Laporan Penelitian Dosen
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI MEMERANKAN TOKOH DRAMA KELAS V SD
ABSTRAKSI
Mutmainnah, Siti Khoirul. 2017 : Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Materi Memerankan Tokoh Drama SD
Pembimbing : Dr. Moh. Mu?minin, M. Pd
Kata Kunci : Hasil Belajar Bahasa Indonesia, Model Role Playing, Memerankan Tokoh Drama
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia materi memerankan tokoh drama melalui penerapan model pembelajaran role playing pada siswa kelas V SDN Ngino 02 Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Ngino 02 Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, yang berjumlah 24 siswa. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang sering mengikuti remidi karena skor yang diperoleh kurang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan di SDN Ngino 02. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Strategi pembelajaran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran role playing.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik tes, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Teknik ini digunakan karena peneliti ingin mengumpulkan dan menganalisis informasi atau bukti-bukti yang diperoleh peneliti dari objek yang diteliti. Instrumen yang digunakan yaitu lembar tes, lembar observasi dan dokumentasi termasuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai 11,17. Sedangkan pada siklus II aktivitas siswa mencapai 12,92. Hasil belajar siswa pada siklus I yakni mencapai 37,5% hal ini berarti dari 24 jumlah siswa sebanyak 9 siswa yang nilainya sudah mencapai KKM. Sedangkan sisanya yakni 62,5% dari 15 siswa yang nilainya masih di bawah KKM yang telah ditentukan. Hasil belajar siswa pada siklus II kemudian meningkat, yakni mencapai persentase ketuntasan belajar 79,17% dari 19 siswa yang nilainya sudah mencapai KKM. Sedangkan sisanya yakni 20,83% dari 5 siswa yang nilainya masih di bawah KKM yang telah ditentukan. peningkatannya dari siklus I ke siklus II yakni sebesar 41,67%. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini sudah berhasil, karena hasil evaluasi tersebut sudah memenuhi KKM yang telah ditentukan.
No other version available