Laporan Penelitian Dosen
PENGGUNAAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA SISWA KELAS V SDN TEMPUREJO MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SEMESTER II KECAMATAN BOGOREJOP KABUPATEN BLORA TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017
ABSTRAKSI
Syaroh, Anis Umai. 2017 : Penggunaan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Siswa Kelas V SDN Tempurejo Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Semester II Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2016/2017.
Pembimbing : Dosen Pembimbing I : Drs. Sarujin,M.Si.M.Pd
Dosen Pembimbing II : Arik Umi Pujiastuti, M.Pd
Kata Kunci : Metode Role Playing dan Keterampilan Berbicara
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan berbicara termasuk salah satu aspek yang wajib dikuasai. Karena keterampilan berbicara dapat menunjang keterampilan lainnya. Dengan menguasai keterampilan berbicara, seseorang mampu berkomunikasi secara lisan dengan baik dan benar di masyarakat.
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berbicara dengan menggunakan metode role playing pada siswa kelas V SDN Tempurejo tahun pelajaran 2016/ 2017. Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tempurejo tahun pelajaran 2016/ 2017 yang berjumlah 20 siswa yang terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Sumber data yang digunakan adalah informasi dari narasumber yaitu guru kelas V dan siswa kelas V.
Analisis data penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif dan destkriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode role playing dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa dengan cara : guru melakukan apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran, menjelaskan kegiatan role playing, membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil, membimbing dan memotivasi siswa memahami materi, memfasilitasi siswa memainkan peran, dan membimbing siswa berdiskusi mengevaluasi kegiatan role playing.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran meningkat. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari antusiasnya siswa dan semakin tertibnya siswa dalam kegiatan pembelajaran. Peningkatan keterampilan berbicara nampak dari rata-rata perolehan nilai siswa dari aktivitas siswa yaitu nilai aktivitas siswa siklus I dan siklus II adalah sebesar 213 (66,56%) dan 257 (80,31%), dimana kategori aktivitas siswa siklus I dan siklus II adalah kurang baik dan baik, dan nilai hasil belajar siswa yaitu prasiklus yaitu 45% meningkat menjadi 75% pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 85% pada siklus II.
No other version available