Laporan Penelitian Dosen
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENGURANGI MISKONSEPSI IPA MATERI CAHAYA SDN BANGUNREJO I KECAMATAN SOKO KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016 /2017
ABSTRAKSI
Berdasarkan observasi awal pelaksanaan pembelajaran IPA di kelas V SDN Bangunrejo I Kecamatan Soko Kabupaten Tuban, menunjukan bahwa guru masih menggunakan metode ceramah dalam pembelajaran IPA, dan banyak siswa yang kurang tertarik dengan pembelajaran, siswa hanya membayangkan dan membangun konsepnya sendiri, sehingga siswa mengalami miskonsepsi. Akibatnya hasil belajar pada mata pelajaran IPA masih rendah. Kondisi tersebut memerlukan suatu perbaikan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik bagi siswa. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas mengambil solusi untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan metode eksperimen untuk mengurangi miskonsepsi yang di alami siswa, dan nantinya dapat meningkatkan hasil belajar.Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan aktivitas siswa selama proses belajar mengajar dengan menerapkan metode eksperimen. 2. Mendeskripsikan penerapan metode eksperimen dalam mengurangi miskonsepsi IPA materi cahaya. 3. Mendeskripsikan penerapan metode eksperimen dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi cahaya.
Penelitian yang dilakukan merupakan PTK dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus, yakni siklus I dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Bangunrejo I Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Soal tes yang digunakan telah divalidasi dan reliable, di mana 10 soal valid pada siklus I & II, dan tingkat reliabilitas 0,91 (siklus I), dan 0,75 (siklus II). Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017.
Hasil penelitian ini adalah aktivitas siswa pada siklus I yakni mencapai prosentase rata-rata 72% (baik), Siklus II meningkat menjadi 87,8% (baik). penurunan miskonsepsi pra siklus 54% (rendah) menjadi 24% (sangat rendah) pada siklus I, dan pada siklus II 11% (sangat rendah). Hasil ketuntasan belajar pra siklus 15% (sangat rendah), pada siklus I meningkat 65% (tinggi), dan siklus II meningkat menjadi 95% (sangat tinggi).
No other version available