Skripsi Ilmu Perikanan
KAJIAN RETORIKA DALAM PIDATO CALON GUBERNUR DKI JAKARTA 2017
ABSTRAKSI
Bahasa digunakan manusia untuk komunikasi. komunikasi merupakan suatu interaksi antar individu satu dengan yang lain yang ditukarkan melalui simbol dan tingkah laku umum. Bahasa mempunyai fungsi yang penting bagi manusia terutama fungsi komunikatif. Bahasa akan berfungsi dengan baik, maka pemakai bahasa hendaknya memiliki kemampuan membaca, menyimak, berbicara dan menulis. Kemampuan berbicara merupakan bakat, tetapi kepandaian berbicara yang baik memerlukan bicara dan latihan.
Retorika merupakan sni berpidato dan berargumentasi menggunakan tata bahasa yang baik, lancar dan benar untuk mempengaruhi pendengar juga mengajak seseorang yang bersifat menggugah. Tujuan retorika adalah persuasi dalam hubungan ini adalah meyakinkan pendengarnya akan kebenaran gagasan hal yang dibicarakan pembicara. Artinya bahwa tujuan retorika adalah membina saling pengertian yang mengembangkan kerja sama dalam menumbuhkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat lewat kegiatan bertutur. Terkadang orang banyak yang belum terampil berbicara terutama dalam berpidato oleh karena itu belum memenuhi retorika yang diharapkan sehingga seseorang berbicara tidak mencapai tujuan.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis merumuskan masalah penelitian yaitu : Bagaimana retorika dan bahasa imajinasi dalam pidato kampanye calon gubernur DKI Jakarta 2017?, Bagaimana bahasa sebagai media dalam pidato kampanye calon gubernur DKI Jakarta 2017?, Bagaimana penggunaan bahasa dalam pidato kampanye calon gubernur DKI Jakarta 2017?.
Tujuan penelitian ini secara umum, yaitu untuk mendeskripsikan kajian retorika dalam pidato kampanye calon gubernur DKI Jakarta 2017. Sedangkan tujuan Khususnya yaitu untuk mengetahui gambaran retorika dan bahasa imajinasi dalam pidato kampanye calon gubernur DKI Jakarta 2017, untuk mengetahui gambaran bahasa sebagai media dalam pidato kampanye calon gubernur DKI Jakarta 2017, dan untuk mengetahui gambaran penggunaan bahasa dalam pidato kampanye calon gubernur DKI Jakarta 2017.
Metode penelitian yang digunakan penulis untuk mengumpulkan data adalah metode deskriptif karena metode ini memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung, dan untuk mengkaji kajian retorika pidato kampanye calon gubernur DKI Jakarta supaya para pendengar dapat memahami dengan baik makna yang terdapat di dalam pidato para calon gubernur DKI Jakarta.
Pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan retorika yaitu pendekatan kepada seni berbicara dan kepandaian mengolah kata-kata, bagaimana bertutur kata dihadapan orang lain dengan sistematis, logis untuk memberikan pemahaman dan meyakinkan orang lain.
Dalam hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh pasangan calon memiliki ethos yang baik, mereka memiliki pengetahuan yang luas untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Jakarta, dengan pengetahuannya seluruh pasangan calon menawarkan program-program dan gagasannya untuk memajukan Jakarta. Seluruh pasangan calon juga memiliki pathos yang baik, dapat mengontrol emosinya saat menyampaikan gagasan ataupun saat menjawab pertanyaan dari panelis, mereka ingin mununjukkan rasa sayangnya kepada warga Jakarta dengan memberikan harapan-harapan atau janji yang akan dilaksanakan seandainya nanti terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur. Seluruh pasangan calon telah meyakinkan audien dan menunjukkan bukti atau yang dianggap sebagai bukti (logos) dengan baik dan jelas, tetapi pasangan calon nomor 2 paling bnyak memberikan bukti keberhasilannya dalam memimpin Jakarta karna pasangan calon nomor 2 merupakan pasangan petahana atau imcumbent.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa seluruh pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 menggunakan kajian retorika yang meliputi etos, pathos, dan logos dengan baik.
No other version available