Penelitian Dosen
PENERAPAN TIPE AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN KELAS X TPM-1 DI SMK TARUNA JAYA PRAWIRA TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAKSI
Hasil belajar siswa dalam semester ganjil masih kurang memuaskan, karena belum memenuhi KKM yang ditetapkan. Serta rendahnya aktivitas siswa SMK Taruna Jaya Prawira Tuban nampak pada observasi awal Sehingga siswa tersebut harus melakukan perbaikan untuk memperbaiki nilai tersebut. Maka diperlukan usaha-usaha untuk dapat meningkatkan hasil belajar tersebut. Salah satunya adalah dengan pengembangan model pembelajaran dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Salah satunya dengan model pembelajaran tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR).
Penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan selama tiga siklus, dengan tahapan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi tindakan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TPM-1 SMK Taruna Jaya Prawira Tuban yang berjumlah sebanyak 42 siswa, dengan rincian semuanya laki-laki. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Pengelolahan Produk Pembersih dari Bahan Nabati dan Hewani dengan penerapan tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR). Data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, daftar dokumentasi, lembar observasi, dan post test. Analisis data dilakukan dengan cara mengolah skor hasil pengamatan aktivitas guru, aktivitas belajar siswa, hasil belajar sisw, dan respon siswa dalam bentuk presentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa di SMK Taruna Jaya Prawira Tuban. Hal ini terlihat pada: Observasi aktivitas guru dalam mengelola KBM menunjukkan aktivitas guru meningkat yakni siklus I sebesar 55% (cukup efektif), siklus II sebesar 69% (efektif), dan siklus III sebesar 91% (sangat efektif). Observasi aktivitas siswa dalam pembelajaran menunjukkan aktivitas siswa meningkat yakni siklus I sebesar 55% (cukup aktif), siklus II sebesar 72% (aktif), dan siklus III sebesar 90% (sangat aktif). Hasil belajar siswa meningkat yaitu pada siklus I sebesar 59,5% (cukup baik), siklus II sebesar 76% (baik), dan siklus III sebesar 86% (sangat baik). Dan hasil respon siswa pada akhir siklus sebesar 83% (sangat baik). Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis berkesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Auditory Intellectually Repetition (AIR) sangat efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X TPM-1 SMK Taruna Jaya Prawira Tuban tahun pelajaran 2016/2017.
No other version available