Realia
Peningkatan Kemampuan Berhitung Penjumlahan Bilangan 1-10 Dengan Media Sedotan Pada Anak TK B Islam Rahmatullah Desa Jadi Kecamatan Semanding Tuban
Untuk pengembangan kemampuan dasar kognitif bagi anak TK dapat ditingkatkansalah satunya melalui pembelajaran berhitung penjumlahan bilangan 1-10 dengan media sedotan.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan media sedotan dapat meningkatkan kemampuan berhitung penjumlahan bilangan 1-10 pada anak TK Islam Rahmatullah Desa Jadi Kecamatan Semanding Tuban. (2) Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan media sedotan dapat meningkatkan aktivitas anak TK Islam Rahmatullah Desa Jadi Kecamatan Semanding Tuban dalam belajar berhitung penjumlahan bilangan 1-10. (3) Mengetahui peningkatkan kemampuan berhitung penjumlahan bilangan 1-10 pada anak TK Islam Rahmatullah Desa Jadi Kecamatan Semanding Tuban dengan menggunakan media sedotan.
Penelitian ini dilaksanakan di TK Islam RahmatullahJadi SemandingTuban, sedangkan subjek penelitian adalah anak Kelompok B dengan jumlah sebanyak 28 anak. Data penelitian ini adalah berupa data tentang kemampuan dasar kognitifanak melalui pembelajaran berhitung penjumlahan bilangan 1-10 dengan media sedotan. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dengan persentase (%).
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan; (1)Pembelajaran dengan media sedotan dapat meningkatkan kemampuan berhitung penjumlahan bilangan 1-10 pada anak kelompok B TK Islam Rahmatullah Desa Jadi Semanding Tuban. (2) Pembelajaran dengan media sedotan dapat meningkatkan aktivitas anak kelompok B TK Islam Rahmatullah Desa Jadi Kecamatan Semanding Tuban dalam belajar berhitung penjumlahan bilangan 1-10. (3) Hasil pelaksanaan penelitian siklus I ke siklus II melalui pembelajaran berhitung penjumlahan bilangan 1-10 dengan media sedotan pada anak TK Islam Rahmatullah Desa Jadi Semanding Tuban menunjukkan peningkatan. Pada siklus I nilai rata-rata sebesar81,50 dan pada siklus II meningkat menjadi 85,29. Hasil kegiatan penelitian dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 3,79
No other version available