Penelitian Dosen
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS KEMASAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN STATISTICAL PROCESSING CONTROL (SPC) PADA USAHA AIR MINERAL ?AIDRAT? DI CV. AIDRAT PON.PES. SUNAN DRAJAT BANJARANYAR PACIRAN LAMONGAN
ABSTRAKSI
Sofil Badriyah, 2015 : Analisis Pengendalian Kualitas Kemasan Produk Dengan Menggunakan Statistical Processing Control (SPC) Pada Usaha Air Mineral ?Aidrat? Di CV. Aidrat Pon. Pes Sunan Drajat Banjaranyar Paciran Lamongan.
Pembimbing : Dr. Dumiyati, M.Pd
Kata Kunci : Pengendalian Kulitas, Alat Bantu Statistik, kerusakan/ cacat, produk AMDK.
CV. Aidrat adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang AMDK ( Air Minum Dalam Kemasan ). Demi menjaga kepercayaan konsumen untuk menghasilkan produk yang berkualitas, perusahaan telah memperoleh Nomer SNI : 01-3553-2006, sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) No. HS1B2233/012013/ASD dan BPOM RI No. 265213001126 sebagai pengakuan bahwa perusahaan telah menerapkan manajemen mutu yang baik dan sesuai dengan pedoman standar mutu yang berlaku. Dalam kegiatan produksinya, perusahaan berupaya menghasilkan produk yang baik dan menekan kerusakan produk dengan menetapkan standar toleransi rusak sebesar 2 % dari jumlah produksi. Akan tetapi, kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa tingkat kerusakan fluktuatif bahkan terdapat kerusakan yang melebihi standar toleransi yang ditetapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan alat bantu statistik bermanfaat dalam upaya mengendalikan tingkat kerusakan produk di perusahaan. Analisis pengendalian kualitas dilakukan menggunakan alat bantu statistik berupa check sheet, histogram, peta kendali p, pareto analysis dan diagram sebab-akibat. Check sheet dan histogram digunakan untuk menyajikan data agar memudahkan dalam memahami data untuk keperluan analisis selanjutnya. Peta kendali p digunakan untuk memonitor produk yang rusak apakah masih berada dalam kendali statistik atau tidak. Kemudian dilakukan identifikasi terhadap jenis cacat yang dominan dan menentukan prioritas perbaikan menggunakan pareto analysis. Langkah selanjutnya adalah mencari faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan produk menggunakan diagram sebab akibat untuk kemudian dapat disusun sebuah rekomendasi atau usulan perbaikan kualitas.
Hasil analisis peta kendali p menunjukkan bahwa proses berada dalam keadaan tidak terkendali atau masih mengalami penyimpangan. Hal ini dapat dilihat pada grafik kendali dimana titik berfluktuasi dan tidak beraturan, serta terdapat lebih dari 7 titik yang keluar dari batas kendali. Berdasarkan pareto analysis, prioritas perbaikan yang perlu dilakukan adalah untuk jenis kerusakan yang dominan yaitu 45,71% cacat lid 31,45% bocor 22,86%. Dari analisis diagram sebab akibat dapat diketahui faktor penyebab kerusakan berasal dari faktor manusia/ pekerja, mesin produksi dan metode kerja, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan serta perbaikan untuk menekan tingkat kerusakan dan meningkatkan kualitas produk.
No other version available