Penelitian Dosen
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTU MEDIA MONOPOLI DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 1 LAMONGAN TAHUN AJARAN 2013-2014
ABSTRAK
Diana S, 2014 : Penerapan Model Cooperatif Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantu media monopoli untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI Akuntansi di SMK Muhammadiyah 1 Lamongan Tahun ajaran 2013-2014
Dosen Pembimbing : Dra. Niniek Widia Rochmawati, M.Pd.
Kata Kunci : Model Cooperative Learning tipe STAD,media monopoli, Aktivitas, Hasil belajar.
Pembelajaran berdasarkan Model kooperatif tipe Student Teams Achievement (STAD) dapat melatih siswa dalam memecahkan masalah yang dilakukan secara diskusi dengan kelompok. Sehingga dapat mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran menyusun laporan rekonsiliasi bank. Alasan menggunakan model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) adalah bahwa dengan adanya diskusi kelompok akan tercipta interaksi edukatif, serta dengan adanya penghargaan dalam model ini akan dapat meningkatkan peran serta keaktifan siswa karena masing-masing tim termotivasi untuk mendapatkan penghargaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Penerapan Model Cooperatif Learning tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantu media monopoli untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI Akuntansi di SMK Muhammadiyah 1 Lamongan Tahun ajaran 2013-2014 yang berjumlah 28 siswa.
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat tahapan untuk tiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data-data tersebut diperoleh dari observasi, wawancara, tes, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Siklus I bahwa aktivitas siswa menunjukkan taraf keberhasilan 49,36% dalam kategori kurang baik, Siklus II 81,63% dalam kategori baik. Hasil tes akhir siswa putaran I mencapai 5 siswa yang tuntas,siswa yang tidak tuntas 23 dan persentase ketuntasan secara klasikal 57,14 %, ini berarti bahwa kriteria keberhasilan yang ditetapkan pada pelaksanaan siklus I belum tercapai secara maksimal. Hasil tes akhir siswa Siklus II mencapai 28 anak tuntas, ini berarti bahwa kriteria keberasilan yang ditetapkan pada pelaksanaan siklus II tercapai. Respon siswa sangat positif yang diperoleh dari angket respon siswa.
No other version available