Skripsi Ilmu Perikanan
ANALISIS SOSIOPRAGMATIK IMPERATIF DALAM INTERAKSI SANTRI PUTRI PONDOK PESANTREN MANBAUL HUDA KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN
ABSTRAKSI
Shoimah, Dewi Awwalus, 2016 : Analisis Sosiopragmatik Imperatif dalam Interaksi Santri Putri Pondok Pesantren Manbaul Huda Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban
Pembimbing I : Drs. I Wayan Letreng, M.Pd.
Pembimbing II : Drs. Moh. Mu?minin, M.Pd.
Kata Kunci : Sosiopragmatik, Imperatif
Sosiopragmatik adalah telaah mengenai kondisi-kondisi setempat atau kondisi-kondisi lokal yang lebih khusus mengenai penggunaan bahasa yang sangat erat kaitannya dengan penggunaan konteks sosial yang ada dalam suatu masyarakat sosial tersebut. Sedangkan imperatif adalah tuturan yang mengandung maksud memerintah atau meminta agar mitra tutur melakukan apa yang diinginkan penutur.
Penelitian ini dilakukan dalam lingkup pondok pesantren, hal ini disebabkan karena tuturan santri memiliki entitas yang berbeda, hal ini karena terdapat norma-norma yang menjadi pedomannya.
Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tuturan-tuturan santri putri Pondok Pesantren Manbaul Huda Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban yang mengandung makna imperatif.
Subjek penelitian ini adalah tuturan santri putri Pondok Pesantren Manbaul Huda Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban yang berjumlah 85 orang. Objek penelitiannya adalah tuturan imperatif yang meliputi wujud imperatif dan kesantunan imperatifnya. Penelitian dilakukan selama 10 hari dalam bulan Juli 2016 pada aktivitas sehari-hari. Data yang diperoleh sebanyak 113 tuturan imperatif.
Teori yang digunakan untuk menganalisis wujud sosiopragmatik imperatif adalah teori dari Kunjana Rahardi, sedangkan untuk menganalisis kesantunan sosiopragmatik imperatif digunakan teori Geoffrey Leech. Metode penelitian ini adalah metode dekriptif dengan pendekatan sosiopragmatik.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkan metode simak dengan teknik sadap (simak bebas libat cakap), teknik rekam, dan teknik catat, teknik traskripsi, dan teknik terjemahan. Data dianalisis dengan teknik analisis padan pragmatik.
Sosiopragmatik imperatif tuturan santri putri Pondok Pesantren Manbaul Huda sebagai berikut, 1) wujud sosiopragmatik imperatif santri putri Pondok Pesantren Manbaul Huda, meliputi: (1) wujud imperatif dalam wujud imperatif, dan (2) wujud imperatif dalam wujud non imperatif. Kemudian kesantunan sosiopragmatik imperatif yang terdapat pada tuturan santri putri Pondok Pesantren Manbaul Huda, meliputi: (1) kesantunan sosiopragmatik berdasarkan prinsip kesantunan Leech, dan (2) kesantunan sosiopragmatik berdasarkan konstruksi tuturan. Kesantunan sosiopragmatik berdasarkan prinsip kesantunan Leech yang paling banyak ditemukan adalah maksim kemufakatan. Dalam penelitian ini, sebuah data tidak hanya memenuhi satu maksim, tetapi terdapat juga gabungan dari dua sampai tiga maksim. Kesantunan pragmatik berdasarkan konstruksi tuturan yang paling banyak ditemukan adalah tuturan imperatif dalam konstruksi deklaratif. Berdasarkan kriteria kesantunan imperatif ditemukan lima kategori kesantunan, yaitu kategori sangat santun, santun, cukup santun, kurang santun, dan tidak santun. Adapun kategori yang paling banyak ditemukan adalah kategori cukup santun.
No other version available