Skripsi Ilmu Perikanan
KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA DALAM NOVEL ?MANUSIA LANGIT? KARYA J. A. SONJAYA
ABSTRAKSI
Karya sastra dapat diwujudkan dalam tiga bentuk antara lain: puisi, prosa fiksi, dan drama. Salah satu karya sastra yang berupa prosa fiksi yang diminati oleh kebanyakan pembaca adalah novel, khususnya novel Manusia Langitkarya J. A.Sonjaya. Dalam novel ini seakan-akan mengajak kita menyelami kultur nias yang masih jauh dari kemoderenan. Dari suguhan cerita yang begitu menarik itulah yang membuat peneliti tertarik menelitinya melalui kajian antropologi sastra, untuk mengkaji aspek antropologi yang ada dalam novel tersebut.Rumusan masalah dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu rumusan masalah umum dan rumusan masalah khusus. Adapun rumusan umumnya adalah bagaimanakah antropologi sastra dalam novel Manusia Langit karya J. A. Sonjaya. Sedangkan rumusan khususnya ada empat yaitu, bagaimanakah sistem peralatan kehidupan kampung Banuaha, bagaimanakah sistem mata pencaharian kampung Banuaha, bagaimanakah sistem kemasyarakatan kampung Banuaha dan, bagaimanakah Sistem religi kampung Banuaha dalam novel Manusia Langit karya J. A. Sonjaya. Tujuan dari penelitian ini juga terbagi menjadi dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan untuk mendeskripsikan secaraobyektif tentang kajian antropologi sastradalam novel ManusiaLangitkarya J. A.Sonjaya.Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini mendeskripsikan empat aspek di antaranya: sistem peralatan kehidupan, sistem mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, dan sistem religi dalam novel ManusiaLangitkarya J. A.Sonjaya.
Dalam penelitian ini, sesuai dengan jenis penelitiannya, yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan antropologi sastra. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan teori kebudayaan Koenjtaraningrat sebagai penunjang dalam mengkaji novel Manusia Langit Karya J. A. Sonjaya. Dari hasil data dan penelitian yang yang telah dilakukan oleh peneliti, didapatkan bahwa kehidupan sosial masyarakat tidak dapat dijalani dengan semaunya sendiri, ada aturan yang mengikat dan mewajibkan masyarakat tersebut untuk menaatinya. Hal ini terangkum dalam sistem Peralatan kehidupan Kampung Banuaha yang mencakup alat-alat, tempat dan perumahan ,pakaian, dan senjata. Kemudian ada sistem mata pencaharian atau sistem ekonomi, lalu ada sistem kemasyarakatan yang mencakup tentang status sosial dan harga diri, hukum adat, dan sistem kekerabatan. Lalu ada sistem religi yang mencakup upacara kelahiran, pernikahan serta kematian.
Dengan adanya penelitian ini, peneliti mengharapkan dapat memberi wawasan dan menjadi sumber inspirasi bagi pembaca.
No other version available