TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PROFIL PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN TAHAPAN WALLAS DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (AQ) SISWA SMA
ABSTRAK
Siti Nur Umi Nasihah, 2016 : Profil Pemecahan Masalah Geometri Berdasarkan Tahapan Wallas Ditinjau Dari Adversity Quotient (AQ) Siswa SMA
Pembimbing I : Mu?jizatin Fadiana, S.Si, M.Pd.
Pembimbing II : Surawan, S.Pd
Kata Kunci : Pemecahan Masalah Geometri, Adversity quotient
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan profil kemampuan siswa dalam memecahkan masalah geometri berdasarkan tahapan wallas yang ditinjau dari adversity quotient siswa SMA Negeri 1 soko kelas X-1. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel penelitian yaitu 6 siswa dari 35 siswa yang diambil dari skor adversity respon profile yang dikelompokan menjadi tiga kategori yaitu 2 siswa kategori climber, 2 siswa kategori camper, 2 siswa kategori quitter. Pengambilan data dilakukan melalui instrumen tes dan wawancara yang dikembangkan berdasarkan tahapan Wallas. Tes dianalisis berdasarkan penskoran tahapan wallas, mereduksi data, menyajikan data hasil tes dan wawancara kemudian menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan subjek MK dengan kategori climber mampu memecahkan masalah dengan tahapan wallas secara fasih, mampu menentukan jarak dan sudut pada ruang dimensi tiga dengan fasih. Subjek SW dengan kategori climber mampu memecahkan masalah dengan tahapan wallas secara fasih, mampu menentukan jarak dan sudut pada ruang dimensi tiga dengan fasih. Subjek SM dengan kategori camper mampu memecahkan masalah dengan tahapan wallas secara cukup fasih, mampu menentukan jarak dan sudut pada ruang dimensi tiga dengan cukup fasih namun kurang sistematis. Subjek FP dengan kategori camper mampu memecahkan masalah dengan tahapan wallas secara cukup fasih, mampu menentukan jarak dan sudut pada ruang dimensi tiga dengan cukup fasih dan sistematis namun ada permasalahan yang tidak terselesaikan. Subjek HR dengan kategori quitter mampu memecahkan masalah dengan tahapan wallas secara kurang fasih, mampu menentukan jarak dan sudut pada ruang dimensi tiga dengan kurang fasih dan kurang sistematis jawaban yang diberikan masih kurang tepat. Subjek PA dengan kategori quitter mampu memecahkan masalah dengan tahapan wallas secara kurang fasih, mampu menentukan jarak dan sudut pada ruang dimensi tiga dengan kurang fasih dan sistematis namun jawaban yang diberikan masih ada yang kurang tepat.
No other version available