Skripsi Ilmu Perikanan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING SISWA KELAS X SMK TARUNA JAYA PRAWIRA TUBAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKSI
Utami,Aris Sulistya. 2016 : Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur Kompleks dengan Media Audio Visual melalui Metode Problem Based Learning Siswa Kelas X SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016.
Pembimbing : Dra. Wahyu Mulyani, M. Si, M.Pd
Yunita Suryani, S. S., M. Pd
Kata Kunci : Menulis, teks prosedur kompleks, audio visual, problem based learning
Penelitian ini menitik beratkan pada kemampuan menulis teks prosedur kompleks dengan media audio visual melalui metode problem based learning siswa kelas X SMK Taruna Jaya prawira Tuban, siswa diharapkan memiliki kompetensi menulis teks prosedur kompleks dengan memperhatikan struktur isi dan kaidah kebahasaanya. Dalam cakupan kemampuan bahasa, teks prosedur kompleks termasuk kemampuan menulis yang berbentuk penjabaran. Kompetensi menulis teks prosedur kompleks ini dapat diupayakan melalui pembelajaran dengan metode problem based learning. Pembelajaran dengan metode problem based learning ditujukan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa materi menulis teks prosedur kompleks.
Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah tersebut maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagaiberikut: 1) Bagaimanakah kemampuan menulis teks prosedur kompleks siswa kelas X SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016? 2) Bagaimanakah kemampuan menulis teks prosedur kompleks dengan media audio visual melalui metode problem based learning siswa kelas X SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016? 3). Adakah peningkatan kemampuan menulis teks prosedur kompleks dengan media audio visual melalui metode problem based learning siswa kelas X SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016?
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan non tes, tes berupa lembar soal dan non tes berupa observasi, angket, dan dokumentasi, lalu di analisis kebenaran data-data tersebut. Pengumpulan data tersebut dilakukan melalui pembelajaran perbaikan yang dilakukan dalam dua siklus, yakni siklus I dan siklus II yang di dahului dengan pembelajaran prasiklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Setelah data hasil tes terkumpul dan dianalisis diperoleh (1) nilai rata-rata hasil tes prasiklus 42,50 (2) nilai rata-rata hasil tes siklus I 65,00(3) nilai rata-rata hasil tes siklus II 76,85.
No other version available