Buku PGSD
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CLIS (CHILDREN LEARNING IN SCIENCE) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN BIOLOGI MATERI POKOK EKOSISTEM KELAS VII MTs HIDAYATUL ISLAMIYAH TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAK
Aprilia, Siska. 2016 : Penerapan Model Pembelajaran CLIS (Children Learning In Science) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Biologi Materi Pokok Ekosistem Kelas VII MTs Hidayatul Islamiyah Tahun Pelajaran 2015/2016.
Dosen Pembimbing : Dr. Dede Nuraida M.Si dan Dr. Imas Cintamulya, M.Si.
Kata Kunci : Model pembelajaran CLIS, motivasi, hasil belajar.
Penelitian ini dilatar belakangi karena guru menggukan model pembelajaran ceramah dalam pembelajaran biologi. Hal ini mengakibatkan rendahya hasil belajar dan kurangnya mottivasi belajar siswa. Oleh karena itu peneliti memilih model pembelajaran CLIS (Children Learning In Science) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar.
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana hasil belajar siswa, motivasi belajar siswa, aktivitas guru, aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran CLIS (Children Learning In Science) pada pelajaran biologi pokok bahasan ekosistem kelas VII MTs Hidayatul Islamiyah tahun pelajaran 2015/2016.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa, motivasi belajar siswa, aktivitas guru, aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran CLIS (Children Learning In Science) pada pelajaran biologi pokok bahasan ekosistem kelas VII MTs Hidayatul Islamiyah tahun pelajaran 2015/2016.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Hidayatul Islamiyah. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes, lembar observasi motivasi, lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasn klasikal pada siklus I mencapai 78,57% siklus II mencapai 89,28%. Motivasi belajar siswa pada siklus I mencapai 62,76% siklus II mencapai 83,20%. Aktivitas guru pada siklus I mencapai 25,45%, siklus II mencapai 28,1%. Aktivitas siswa pada siklus I mencapai 31,5% siklus II mencapai 36%.
No copy data
No other version available