Skripsi Ilmu Perikanan
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM WACANA IKLAN PADA MEDIA TELEVISI
ABSTRAKSI
M.Rony Kusuma N, 2016 :?AnalisisTindakTuturdalamWacanaIklanpada Media Televisi?
Pembimbing : 1. Dra. Sri Yanuarsih, M.Pd
2. Yunita Suryani, S.S, M.Pd
Kata Kunci : Tindak Tutur, Wacana Iklan, Media Televisi
Bahasa adalah sisitem lambing yang bersifat arbitrer. Karena itulah bahasa digunakan sebagai alat komunikasi. Komunikasi yang disampaikan dapat dibedakan atas komunikasi verba dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verba dibedakan atas komunikasi langsung dan tidak langsung. Iklan merupakan salah satu contoh komunikasi lisan yang disampaikan secara tidak langsung. Iklan merupakan sebuah wacana yang disusun untuk menarik minat pembacanya. Dalam wacan iklan di televise menggunakan wacana yang berupa tuturan. Berdasarkan rumusan masalah di atas muncul tiga masalah yaitu,(1) Bagaimanakah tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam wacana iklan pada media televisi?.(2) Bagaimanakah klasifikasi tindak tutur ilokusi yang meliputi (1) asertif, (2) direktif, (3) komisif, (4) ekspresif, dan (5) deklaratif dalam wacana iklan pada media televisi?.(3) Penggunaan tindak tutur ilokusi apakah yang paling dominan dalam wacana iklan pada media televisi?
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ada dua, yakni tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis tindak tutur dalam wacana iklan pada media televisi. Sedangkan tujuan khususnya adalah (1) untuk Untuk mengetahui tindak tuturilokusi yang digunakan dalam wacana iklan pada media televisi, (2) Untuk mengetahui klasifikasi tindak tutur ilokusi yang meliputi (1) asertif, (2) direktif, (3) komisif, (4) ekspresif, dan (5) deklaratif dalam wacana iklan pada media televisi, dan (3) Untuk menemukan kategori tindak tutur ilokusi yang dominan dalam wacana iklan pada media televisi. Dalam sebuah penelitian tentunya tidak lepas dari asumsi-asumsi sebagai anggapan dasar yang digunakan peneliti sebagai titik tolak dan diyakini oleh peneliti. Asumsi tersebut yaki, (1) Wacana merupakan rangkaian ujaran atau rangkaian tindak tutur yang disajikan secara teratur, sistematis, dalam satu kesatuan koheren, yang dibentuk oleh unsur-unsur segmental dalam sebuah wacana yang paling besar (Aliah Darma 2009:03). (2) Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian ide atau gagasan dari satu pihak kepihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara ke-duanya (Aliah Darma 2009:09). (3) Tindak tutur merupakan gejala individual, bersifat biologis, dan keber-langsungannya ditentukan oleh kemampuan bahasa si penutur dalam menghadapi situasi tertentu. (4) Tindak tutur secara pragmatik ada tiga yakni, tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi.
Untuk mempermudah penganalisisan, maka metode yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif yaitu penelitian yang dimaksudkan membuat pencandraan dengan mendeskripsikan data-data yang berupa kata-kata, angka-angka, gambar-gambar. Sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dan teknikanalisis data. Sebagai akhir dari pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa dalam tindak tutur ilokusi wacana iklan pada media televise memperhatikan penutur, lawan tutur, situasi dan konteks digunakannya tindak tutur, sedangkan klasifikasi tindak tutur ilokusi dalam wacana iklan pada media televise hanya terdapat empat klasifikasi yaitu Asertif, Direktif, Komisif, dan Ekspresif. Tindak tutur Deklaratif tidak terdapat karena lebih cocok digunakan dalam sebuah pemerintahan atau lembaga. Dan yang terakhir dominasi tindak tutur ilokusi dalam wacana iklan pada media televise didominasi tindak tutur Asertif, hal ini karena tindak tutur Asertif mengandung verba memberitahukan karena dipandang memiliki kekuatan persuasive untuk menarik minat konsumen agar membeli barang yang ditawarkan.
No other version available