Text
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TARI BAMBU (DANCING BAMBOO) UNTUK MENINGKATAKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA KELAS VII MTs. AL ? ASHAR KARANGAGUNG TAHUN PELAJARAN 2016/2017?.
ABSTRAKSI
Candra, Fifit Ria. 2015 : Penerapan Model Pembelajaran Tari Bambu (Dancing Bamboo) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII MTs Al-Syhar Karangagung
Pembimbing I : Ir. Hernik Pujiastutik, M.Pd
Pembimbing II : Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, M. Kes
Kata kunci : Berpikir kritis, Tari Bambu (Dancing Bamboo), Aktivitas siswa, Aktivitas guru, Pengelolaan Kelas.
Penelitian ini Pembelajaran yang dilakukan oleh guru selama ini lebih banyak memberi ceramah dan latihan mengerjakan soal-soal. Hal ini menyebabkan siswa kurang terlatih untuk mengembangkan daya nalarnya dalam memecahkan permasalahan. Supaya terjadi pengkontruksian pengetahuan secara bermakna, maka guru harus melatih siswa supaya dapat berpikir secara kritis dalam menganalisis maupun dalam memecahkan suatu permasalahan. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan perbaikan pembelajaran dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) melalui penerapan model pembelajaran Tari Bambu (Dancing Bamboo).Parameter yang ingin diamati dalam penelitian ini adalah meningkatkan berfikir kritis siswa yang meliputi Analisis (C4), Sintesis (C5), dan Evaluasi (C6).
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan meliputi 3 siklus menurut Arikunto(2010), diantaranya yaitu: siklus I, siklus II, dan siklus III. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa; (2) peningkatan aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran Tari Bambu (Dancing Bamboo) ; (3) peningkatan aktivitas guru selama menerapkan model pembelajaran Tari Bambu (Dancing Bamboo); (4) pengelolaan kelas selama penerapan model pembelajaran Tari Bambu (Dancing Bamboo); (5) respon siswa terhadap model pembelajaran Tari Bambu (Dancing Bamboo). Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B sebanyak 26 siswa dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, tes dan angket. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 4,03% dan dari siklus II ke siklus III meningkat sebesar 2,32%. Selain itu rata-rata aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 2,88% dan dari siklus II ke siklus III meningkat sebesar 6,73% sedangkan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 8,75% dan dari siklus II ke siklus III meningkat sebesar 2,5% untuk pengelolaan kelas siklus I ke siklus II 0,35% dan dari siklus II ke III 0,31%dan respon siswa terhadap model pembelajaran Tari Bambu bersifat positif. Dari analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Tari Bambu dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
No other version available