TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN SOAL DIMENSI TIGA
ABSTRAKSI
Yustrinda, A. 2012 : Profil Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal Dimensi Tiga
Pembimbing I : Mu?jizatin Fadiana, S.Si, M.Pd.
Pembimbing II : Surawan, S.Pd.
Kata Kunci : Profil, Dimensi Tiga, Kemampuan Penalaran Matematis.
Penelitian ini dilatar belakangi bahwa siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal dimensi tiga. Kelemahan siswa dalam materi dimensi tiga yaitu menggambar bangun ruang dari soal cerita yang belum diketahui gambarnya atau dalam bentuk perintah untuk menggambar. Untuk mengatasi kesulitan tersebut adanya kemampuan penalaran siswa sangat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa SMA dalam menyelesaikan soal dimensi tiga.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas X-1 SMA Negeri 1 Paciran yang terdiri dari 32 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Metode tes yaitu tes kemampuan matematika untuk menentukan kategori tingkatan kemampuan siswa yaitu kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Tes ini berupa soal yang diambil dari materi SMP yang sudah diperoleh oleh siswa dengan bentuk soal berupa uraian. Sedangkan tes kemampuan penalaran matematika digunakan untuk melihat kemampuan penalaran matematika siswa dalam menyelesaikan soal dimensi tiga. Metode wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi dalam penyusunan deskripsi kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal dimensi tiga, yang disusun berdasarkan indikator kemampuan penalaran matematika dan digunakan pada saat pelaksanaan wawancara yaitu saat pelajaran matematika, setelah siswa menyelesaikan soal tes kemampuan penalaran matematika.
Hasil penelitian menunjukkan siswa kelompok tinggi tergolong baik dalam kemampuan melakukan manipulasi matematika, tergolong baik dalam kemampuan menarik kesimpulan dari pernyataan, tergolong sangat baik dalam kemampuan memberikan alasan atau bukti terhadap satu atau beberapa solusi, dan tergolong sangat baik dalam kemampuan memeriksa kesahihan suatu argumen. siswa kelompok sedang tergolong baik dalam kemampuan melakukan manipulasi matematika, tergolong cukup dalam kemampuan menarik kesimpulan dari pernyataan, tergolong baik dalam kemampuan memberikan alasan atau bukti terhadap satu atau beberapa solusi, dan tergolong sangat baik dalam kemampuan memeriksa kesahihan suatu argumen. Sedangkan siswa kelompok rendah tergolong cukup dalam kemampuan melakukan manipulasi matematika, tergolong kurang dalam kemampuan menarik kesimpulan dari pernyataan, tergolong cukup dalam kemampuan memberikan alasan atau bukti terhadap satu atau beberapa solusi, dan tergolong baik dalam kemampuan memeriksa kesahihan suatu argumen.
No other version available