TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
Penerapan Model Pembelajaran Examples Non Examples untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa MTs
ABSTRAK
Lilik Hidayatul Latifa, 2016 : Penerapan Model Pembelajaran Examples Non Examples untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa MTs
Pembimbing I : Dr. Hj Heny Sulistyaningrum, M.Pd
Pembimbing II : Tanti Nawangsari, S Si M.Pd
Kata kunci : Model pembelajaran Examples Non Examples,
Hasil belajar
Penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa. Kelas VII H MTs Al-anwar Sarang Rembang khususnya pada materi bangun ruang dianggap rendah. Hal itu dapat diketahui dari rendahnya nilai ulangan harian maupun nilai akhir semester yakni rata-rata kurang dari 70. Kondisi tersebut terjadi karena siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal dan pemahaman terhadap materi pokok bangun ruang, dalam proses pembelajaran matematika masih sering ditemui adanya kecenderungan guru meminimalkan ketertiban siswa aktif. Dengan menggunakan model example non example akan menjadi salah satu solusi, sehingga diharapkan hasil belajar matematika siswa meningkat.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu suatu penelitian praktis yang dilakukan dikelas untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Salah satu cara untuk menciptakan suasana belajar dimana siswa lebih aktif didalamnya yaitu menggunakan model pembelajaran examples non examples yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa MTs. Karena model pembelajaran examples non examples adalah proses pembelajaran menggunakan gambar sehingga materi pembelajaran yang sedang mereka bahas dapat tervisualisasi dengan jelas.Penelitian dilakukan dengan 2 siklus dimana setiap siklusnya terdiri 3 langkah yaitu perencanaan, tindakan dan refleksi. Untuk memperoleh data penelitian ini menggunakan metode observasi, tes dan angket.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ada peningkatan hasil belajar selama diterapkanya model pembelajaran example non example, hal ini dapat dilihat dari rata-tata hasil belaja dan ketuntasan klasikal pada pra siklus sebesar 49,4 dengan ketuntasan belajar 9,6%, setelah diadakan pembelajaran siklus I rata-rata menjadi 85,9 dengan ketuntasan klasikal sebesar 90,3%, dan pada siklus II didapatkan rata-rata sebesar 91,1 dengan ketuntasan belajar klasikal96,7%. Selain itu, dalam penelitian ini yang juga diperoleh hasil bahwa model pembelajaran example non eample mendapat respon positif dari siswa, hal ini dapat diketahui dari 95,85% siswa menyatakan berminat dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model example non examples.
No other version available