TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (Team Games Tournament) DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KUBUS SATUAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MI
ABSTRAK
Iqro? Sobirin, 2016: Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Dengan Menggunakan Alat Peraga Kubus Satuan Untuk meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa MI
Pembimbing : 1) Mu?jizatin Fadiana, S.Si, M.Pd
2) Puji Rahayu, M.Pd.
Kata Kunci : alat peraga, hasil belajar, team games tournament.
Penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa. Kemampuan belajar siswa kelas V MI Wali Songo Tegalbang khususnya pada materi pokok volume kubus dan balok masih dianggap rendah. Hal itu dapat diketahui dari rendahnya nilai ulangan harian maupun nilai akhir semester yakni rata-rata kurang dari 70. Kondisi tersebut terjadi karena siswa mengalami kesulitandalam menyelesaikan soal dan pemahaman terhadap materi pokok volume kubus dan balok, dalam proses pembelajaran matematika masih sering ditemui adanya kecenderungan guru meminimalkan ketertiban siswa aktif. Dengan menggunakan pembelajaran team games tournament dengan alat peraga akan menjadi salah satu solusi, sehingga diharapkan hasil belajar nmatematika akan meningkat.
Jenis penelitian yang dilakukan penulis adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CRA) karena penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran di kelas dalam mencapai peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga siklus dan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes untuk menilai kemampuan hasil belajar siswa dan metode kuesioner (angket) untuk mengetahui hasil respon siswa.
Penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dari peningkatan ketuntasan klasikal pada siklus I, siklus II dan siklus III. Pada siklus I persentase ketuntasan belajar matematika siswa mencapai 58 %, pada siklus II mencapai 73%, dan pada siklus III mencapai 100%
No other version available