TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA MTs MELALUI STRATEGI REACT
ABSTRAK
Endriati, 2016 : Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Koneksi Matematika Siswa MTs Melalui Strategi REACT
Pembimbing : Dr. Rita Yuliastuti, M. Si
Edy Nurfalah, S. Pd., M. Sc
Kata Kunci : aktivitas belajar, kemampuan koneksi matematika, strategi REACT
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan koneksi matematika siswa kelas VIII MTs Darul Ulum I Widang, khususnya pada materi bangun ruang kubus dan balok melalui strategi pembelajaran REACT. Subyek yang diteliti 6 siswa dengan kemampuan yang berbeda yang diambil dari 17 siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanan, pengamatan, dan refleksi. Tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, lembar aktivitas belajara siswa, dan TKKM. Indikator kemampuan koneksi matematika yaitu: (1) Mencari hubungan antara berbagai representasi konsep dan prosedur, (2) mencari hubungan antar topik matematik, (3) menggunakan matematika dalam bidang studi lain atau kehidupan sehari-hari, (4) memahami representasi ekuivalen konsep yang sama, (5) mencari representasi satu prosedur lain dalam representasi yang ekuivalen, (6) meggunakan koneksi antar topik matematika dan antar topik matematika dengan topik lain. Pembelajaran matematika dengan strategi REACT dilakukan dengan lima tahap yaitu: Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transferring.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan koneksi matematika siswa kelas VIII MTs Darul Ulum I Widang setelah mengikuti pembelajaran dengan strategi REACT. Pada siklus I terlihat bahwa 12% siswa termasuk kualifikasi sangat rendah, 29% termasuk kualifikasi rendah, 59% termasuk kualifikasi sedang, dan 0% termasuk kualifikasi tinggi. Pada siklus II terlihat bahwa 12% siswa termasuk kualifikasi rendah, 71% termasuk kualifikasi sedang, 17% termasuk kualifikasi tinggi. Pada siklus I sampai siklus II kualifikasi tinggi meningkat dari 0% menjadi 29%, kualifikasi sedang dari 59% menjadi 79%. Aktivitas belajar pada siklus I ada beberapa indikator yang belum mencapai waktu ideal. Namun pada siklus II hampir semua indikator memiliki rentang waktu ideal.
No other version available