Skripsi Ilmu Perikanan
STUDI PERBANDINGAN ANTARA ROMAN EPIK KITAB RAMAYANA KARYA C. RAJAGOPALACHARI DENGAN NOVEL ANAK BAJANG MENGGIRING ANGIN KARYA SINDHUNATA DAN NOVEL KITAB OMONG KOSONG KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: KAJIAN INTERTEKSTUAL DEKONSTRUKTIF
ABSTRAKSI
Rosikhoh, Aida Aminiatur. 2016. : Studi Perbandingan Antara Roman Epik
Kitab Ramayana Karya C. Rajagopala
chari dengan Novel Anak Bajang Meng
giring Angin Karya Sindhunata dan
Novel Kitab Omong Kosong Karya
Seno Gumira Ajidarma: Kajian Interteks
tual Dekonstruktif
Pembimbing : Dr. Moh. Mu?minin, M.Pd. dan
Drs. Sarujin, M.Si., M.Pd.
Kata Kunci : intertekstual dekonstruktif, persamaan,
perbedaan, dekonstruksi.
Karya sastra sebagai suatu karya yang diciptakan berdasarkan subjektivitas. Subjektivitas kepenulisan bersumber dari ide kreativitas untuk menuliskan segala hal yang berasal dari akal dan nurani dengan mempertimbangkan keadaan sosial-budaya yang melingkari penciptanya. Pertimbangan-pertimbangan tersebut menghasilkan suatu tema dan amanat untuk disampaikan kepada pembaca. Sudah barang tentu isi yang terdapat dalam karya sastra kaya akan pengetahuan, pengalaman, imajinasi, dan sudut pandang lain yang mampu memberi kesegaran bagi pembaca.
Salah satu bentuk karya sastra yang banyak diminati masyarakat yaitu novel. Novel merupakan cerita rekaan atau fiksi yang menyuguhkan tokoh-tokoh dan karakternya, rangkaian peristiwa dengan latar di dalamnya yang dikemas dengan estetika bahasa. Dalam penelitian ini, novel menjadi objek penelitian yang membandingkan teks asli Kitab Ramayana karya C. Rajagopalachari dengan dua transformasinya yaitu Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata dan Kitab Omong Kosong karya Seno Gumira Ajidarma menggunakan teori intertekstual dan dekonstruksi. Penelitian ini dilakukan untuk perlu diketahui persamaan, perbedaan, dan dekonstruksi struktur cerita yaitu tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, tema dan amanat dari ketiga karya fiksi tersebut.
Teori intertekstual dan dekonstruksi digunakan dalam penelitian ini, sebab keduanya memiliki keterkaitan dan relevan dengan tujuan penelitian. Anggapan tersebut terjadi karena interteks membahas lebih dari satu teks atau naskah, sedangkan dekonstruksi sebagai teori untuk membongkar atau memutarbalikan cerita teks satu dengan lainnya. Pembahasan lebih dari satu teks dikarenakan teori interteks digunakan untuk menemukan hubungan-hubungan yang terdapat dalam beberapa teks. Hubungan-hubungan tersebut biasanya mencakup unsur intrinsik karya sastra.
Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif. Metode deskriptif komparatif yaitu metode yang menjelaskan dan melaksanakan perbandingan data dari hasil dua penelitian atau lebih dengan perlakuan yang berbeda. Hasil penelitian yang dilakukan adalah dalam bentuk analisis data, tabel, atau grafik. Tujuan penggunaan metode ini untuk menghasilkan gambaran akurat dari perbandingan antardata. Metode tersebut relevan dengan penelitian perbandingan antara novel Kitab Ramayana karya C. Rajagopalachari dengan novel Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata dan Kitab Omong Kosong karya Seno Gumira Ajidarma dengan kajian intertekstual dekonstruktif yang peneliti teliti.
Dari hasil analisis, penelitian ini menghasilkan temuan di dalam ketiga karya fiksi tersebut. Pertama Perbandingan struktur cerita antara Kitab Ramayana dengan Anak Bajang Menggiring Angin adanya persamaan (1) sebagian penamaan tokoh, (2) penokohan seperti transformasi penamaan dan perwatakan, (3) alur campuran, (4) sebagian latar, (5) sudut pandang, (6) tema pokok dari hipogram Kitab Ramayana dan Anak Bajang Menggiring Angin sebagai transformasinya pertama. Perbedaan yang tampak yakni (1) sebagian penamaan tokoh, (2) penokohan yaitu transformasi penamaan tanpa perwatakan, (3) sebagian latar,(4) tema khusus dan amanat dari keduanya. Dekonstruksi yang terjadi pada penokohan yaitu (1) transformasi perwatakan tanpa penamaan, dan (2) alur tokohan dalam Anak Bajang Menggiring Angin.
Kedua Perbandingan struktur cerita antara Kitab Ramayana dengan Kitab Omong Kosong, yaitu adanya persamaan (1) sebagian penamaan tokoh, penghipograman alur per cerita Ramayana, (2) sebagian latar, (3) sebagian sudut pandang antara Kitab Ramayana dan Kitab Omong Kosong. Sedangkan perbedaan dari hipogram dan transformasi kedua yaitu (1) sebagian penamaan tokoh pula, (2) transformasi perwatakan tanpa penamaan, (3) sebagian besar latar dalam Kitab Omong Kosong berbeda dengan hipogramnya, (4) sudut pandang campuran, (5) tema dan amanat dari Kitab Omong Kosong berbeda pula dengan Kitab Ramayana. Dekonstruksi terhadap Kitab Ramayana yakni (1) transformasi penamaan tanpa perwatakan, (2) pengubahan dan pencampuradukan karakter tokoh Ramayana seperti tokoh bukan Ramayana, (3) pengubahan karakter tokoh Ramayana seperti tokoh bukan Ramayana, (4) pengembangan esensi alur pakem Ramayana, (5) pencampuradukan cerita Ramayana dengan peristiwa fiksi.
Penelitian ini diharapkan menjadi bahan bacaan, artikel ilmiah sebagai bahan untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman tentang membandingkan dua karya atau lebih yang mempunyai keterkaitan di dalamnya. Adanya proses membandingkan tersebut disebabkan bahan bacaan yang banyak pula. Oleh sebab itu pembandingan itu ada karena adanya proses membaca.
No other version available