Laporan Penelitian Dosen
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEMESTER II MIM 11 SUMBERAGUNG LAMONGAN
ABSTRAKSI
Thoyyibah, Imroatut 2016 : Penerapan Model Kooperatif Tipe Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Semester II MIM 11 Sumberagung Lamongan
Pembimbing : Drs. Moh. Fathul Hidayat, M.Kes dan Sri Cacik, M.Pd
Kata Kunci : Model Kooperatif Tipe Make A Match, Hasil Belajar, IPA.
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah cara pembelajaran IPA yang kurang menarik bagi siswa. Diantaranya adalah gaya mengajar guru yang terkesan monoton, guru yang masih mendominasi pembelajaran sehingga siswa bersifat pasif. Yang berakibat pada keaktifan siswa selama proses pembelajaran cenderung rendah sehingga menyebabkan hasil bejar siswa juga rendah. Dari jumlah 19 siswa hanya 6 atau 31,57% siswa yang tuntas dalam pembelajaran. Sedangkan 13 atau 68,42% lainnya belum mencapai KKM.
Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta hasil belajar siswa IPA siswa kelas IV Semester II MIM 11 Sumberagung dengan model kooperatif tipe make a match pada materi dampak perubahan lingkungan dan pencegahannya.
Penelitian dilaksanakan melalui dua siklus yang didahului dengan prapenelitian. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV yang terdiri dari 19 siswa. instrumen penelitian terdiri dari teknik observasi, serta teknik tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi serta lembar tes. Teknik analisis data diperoleh dari hasil pengamatan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta data tes hasil belajar siswa terhadap penerapan model kooperatif tipe make a match dan selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukan : 1) aktivitas guru dapat meningkat. Hal ini dapat dilihat pada siklus I diperoleh hasil 26,5% dengan kriteria baik meningkat menjadi 32% dengan kriteria sangat baik pada siklus II. 2) aktivitas siswa dapat meningkat pada siklus I diperoleh hasil 25,5% dengan kriteria baik meningkat menjadi 31,5% dengan kriteria sangat baik pada siklus II. 3) hasil belajar siswa meningkat dari pada prapenelitian 31,57% menjadi 68,42% pada siklus I dan 89,47% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe make a match mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa serta hasil belajar siswa. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dikatakan berhasil.
ABSTRAKSI
Thoyyibah, Imroatut 2016 : Penerapan Model Kooperatif Tipe Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Semester II MIM 11 Sumberagung Lamongan
Pembimbing : Drs. Moh. Fathul Hidayat, M.Kes dan Sri Cacik, M.Pd
Kata Kunci : Model Kooperatif Tipe Make A Match, Hasil Belajar, IPA.
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah cara pembelajaran IPA yang kurang menarik bagi siswa. Diantaranya adalah gaya mengajar guru yang terkesan monoton, guru yang masih mendominasi pembelajaran sehingga siswa bersifat pasif. Yang berakibat pada keaktifan siswa selama proses pembelajaran cenderung rendah sehingga menyebabkan hasil bejar siswa juga rendah. Dari jumlah 19 siswa hanya 6 atau 31,57% siswa yang tuntas dalam pembelajaran. Sedangkan 13 atau 68,42% lainnya belum mencapai KKM.
Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta hasil belajar siswa IPA siswa kelas IV Semester II MIM 11 Sumberagung dengan model kooperatif tipe make a match pada materi dampak perubahan lingkungan dan pencegahannya.
Penelitian dilaksanakan melalui dua siklus yang didahului dengan prapenelitian. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV yang terdiri dari 19 siswa. instrumen penelitian terdiri dari teknik observasi, serta teknik tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi serta lembar tes. Teknik analisis data diperoleh dari hasil pengamatan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta data tes hasil belajar siswa terhadap penerapan model kooperatif tipe make a match dan selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukan : 1) aktivitas guru dapat meningkat. Hal ini dapat dilihat pada siklus I diperoleh hasil 26,5% dengan kriteria baik meningkat menjadi 32% dengan kriteria sangat baik pada siklus II. 2) aktivitas siswa dapat meningkat pada siklus I diperoleh hasil 25,5% dengan kriteria baik meningkat menjadi 31,5% dengan kriteria sangat baik pada siklus II. 3) hasil belajar siswa meningkat dari pada prapenelitian 31,57% menjadi 68,42% pada siklus I dan 89,47% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe make a match mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa serta hasil belajar siswa. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dikatakan berhasil.
ABSTRAKSI
Thoyyibah, Imroatut 2016 : Penerapan Model Kooperatif Tipe Make A Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV Semester II MIM 11 Sumberagung Lamongan
Pembimbing : Drs. Moh. Fathul Hidayat, M.Kes dan Sri Cacik, M.Pd
Kata Kunci : Model Kooperatif Tipe Make A Match, Hasil Belajar, IPA.
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah cara pembelajaran IPA yang kurang menarik bagi siswa. Diantaranya adalah gaya mengajar guru yang terkesan monoton, guru yang masih mendominasi pembelajaran sehingga siswa bersifat pasif. Yang berakibat pada keaktifan siswa selama proses pembelajaran cenderung rendah sehingga menyebabkan hasil bejar siswa juga rendah. Dari jumlah 19 siswa hanya 6 atau 31,57% siswa yang tuntas dalam pembelajaran. Sedangkan 13 atau 68,42% lainnya belum mencapai KKM.
Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta hasil belajar siswa IPA siswa kelas IV Semester II MIM 11 Sumberagung dengan model kooperatif tipe make a match pada materi dampak perubahan lingkungan dan pencegahannya.
Penelitian dilaksanakan melalui dua siklus yang didahului dengan prapenelitian. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV yang terdiri dari 19 siswa. instrumen penelitian terdiri dari teknik observasi, serta teknik tes. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi serta lembar tes. Teknik analisis data diperoleh dari hasil pengamatan aktivitas guru, aktivitas siswa, serta data tes hasil belajar siswa terhadap penerapan model kooperatif tipe make a match dan selanjutnya data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukan : 1) aktivitas guru dapat meningkat. Hal ini dapat dilihat pada siklus I diperoleh hasil 26,5% dengan kriteria baik meningkat menjadi 32% dengan kriteria sangat baik pada siklus II. 2) aktivitas siswa dapat meningkat pada siklus I diperoleh hasil 25,5% dengan kriteria baik meningkat menjadi 31,5% dengan kriteria sangat baik pada siklus II. 3) hasil belajar siswa meningkat dari pada prapenelitian 31,57% menjadi 68,42% pada siklus I dan 89,47% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe make a match mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa serta hasil belajar siswa. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dikatakan berhasil.
No copy data
No other version available