TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Setting Kooperatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Jenu
ABSTRAK
Aisyah Karina R, 2016 : Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Setting Kooperatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Jenu
Pembimbing : Dr. Warli, M.Pd dan Edy Nurfalah, S.Pd, M.Sc.
Kata Kunci : Penerapan, Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Berbasisi Masalah (Problem Based Learning) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 2 Jenu dalam pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran berbasisi masalah dalam seting kooperatif. Kemampuan pemecahan masalah meliputi 4 aspek, yaitu kemampuan memahami masalah, kemampuan merencanakan penyelesaian masalah, kemampuan menyelesaikan masalah, dan kemampuan menafsirkan solusi yang diperoleh.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui tahapan siklus. Adapun siklus yang dilakukan sebanyak 2 kali. Yaitu siklus I dan siklus II. Pada setiap siklus, siswa diberikan tes akhir siklus untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas pemecahan masalah siswa, tes, dan angket / respon siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tes, angket / respon siswa. Analisis data dilakukan dengan diskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan model Pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata tes siklus I sebesar 69,8, sedangkan tes siklus II sebesar 95. Presentase rata-rata aspek pemecahan masalah pada siklus I dan II adalah sebagai berikut : (a) kemampuan memahami masalah meningkat dari 78,4% menjadi 95,2%, (b) kemampuan merencanakan penyelesaian masalah meningkat dari 87,2% menjadi 97,3%, (c) kemampuan menyelesaikan masalah meningkat dari 72,8% menjadi 94,6%, dan (d) kemampuan menafsirkan solusi yang diperoleh meningkat dari 69,6% menjadi 92,9%.
No other version available