Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA DENGAN MEDIA PASTA MELALUI TEHNIK FINGER PAINTING DAN METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK B PAUD UMMI ZAHRO? MUNDRI KECAMATAN BANGILAN KABUPATEN TUBAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKSI
lestari, puji. 2016 : Peningkatan kemampuan berbahasa dengan media pasta melalui tehnik finger painting dan metode demonstrasi pada anak kelompok B PAUD Ummi Zahro? Mundri kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016.
Pembimbing : I. Dra. Sri Yanuarsih, M.Pd
II. Ifa Aristia Sandra Ekayati, S.Pd, M.Pd
Kata Kunci : Kemampuan Berbahasa, Media pasta, Metode Demonstrasi
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di Kelompok B PAUD Ummi Zahro? ditemukan permasalahan yang terjadi adalah kurangnya tingkat kemampuan berbahasa anak, khususnya dalam mengenal keaksaraan awal. Yaitu dengan melihat nilai ketuntasan belajar hasil dari pra siklus sebesar 23%. Dari hasil tersebut perlu adanya tindakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media dan metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbahasa pada Anak Kelompok B, 2) mendeskripsikan kemampuan berbahasa dengan media pasta melalui tehnik finger painting dan metode demonstrasi pada Anak Kelompok B PAUD Ummi Zahro? Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016, 3) mendeskripsikan adanya peningkatan kemampuan berbahasa dengan media pasta melalui tehnik finger painting dan metode demonstrasi pada Anak Kelompok B PAUD Ummi Zahro? Mundri Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016.
Bahasa adalah alat komunikasi bagi seorang anak untuk mengungkapkan berbagai keinginan maupun kebutuhannya. Sedangkan media pasta adalah cat gambar berbasis air yang memiliki tekstur kental, aman bagi kulit terdiri dari tiga warna pokok merah, kuning, biru. Sedangkan metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada anak suatu proses, situasi atau benda tertentu yang dipelajari, baik sebenarnya maupun tiruan, yang disertai dengan penjelasan lisan.
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), karena penelitian ini merupakan bentuk kajian yang bersifat reflektif untuk pelaku tindakan (digunakan untuk memperoleh gambaran tentang keadaan, peristiwa maupun kejadian secara alami di kelas seperti hasil belajar anak selama proses pembelajaran berlangsung). Adapun penelitian tindakan kelas ini dilakukan secara bersiklus, Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1)Perencanaan; (2) Tindakan; (3) Observasi; (4) Refleksi.
Penggunaan metode demonstrasi dalam mengenal keaksaraan awal melalui tehnik finger painting untuk meningkatkan kemampuan berbahasa berhasil bisa dilihat dari hasil pra siklus anak yang tuntas belajar hanya 23%, siklus I meningkat 59% dan siklus II meningkat 91%.
No other version available