Realia
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI METODE BERMAIN KUCING DAN TIKUS PADA ANAK KELOMPOK B RA AL-BUSYRO SIDOREJO-NGIMBANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKSI
Khotimah, Nahnu Nur. 2016 : Peningkatan Keterampilan Sosial
Melalui Metode Bermain Kucing dan
Tikus pada Anak Kelompok B RA Al-
Busyro Sidorejo Ngimbang
Tahun Pelajaran 2015/2016
Pembimbing : 1. Dr. H. Moh. Mu?minin, M.Pd
2. Anindya Purnama, S.Sos, M.Si.
Kata Kunci : Keterampilan Sosial,Bermain Kucing
dan Tikus.
Keterampilan sosial anak perlu ditingkatkan karena hal ini sangat penting untuk kehidupan anak selanjutnya, akan tetapi terdapat permasalahan keterampilan sosial anak di RA Al-Busyro Sidorejo-Ngimbang, peneliti menemukan beberapa anak yang masih membutuhkan bantuan dan arahan dalam meningkatkan keterampilan sosial. Untuk permasalahan tersebut diselesaikan dengan menggunakan metode bermain kucing dan tikus. Dengan metode tersebut anak pasti akan berinteraksi dengan teman-temannya.
Rumusan permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah bermain kucing dan tikus dapat meningkatkan keterampilan sosial anak kelas B RA Al-Busyro Sidorejo-Ngimbang tahun pelajaran 2015/2016?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bahwa Bermain Kucing dan Tikus dapat meningkatkan keterampilan sosial anak kelompok B RA Al-Busyro Sidorejo-Ngimbang tahun pelajaran 2015/2016.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu suatu penelitian praktik yang dilakukan di kelas untuk memperbaiki proses belajar dilakukan dalam tiga siklus. Instrumen pengumplan data menggunakan observasi dan dokumentasi, subyek penelitian siswa kelompok B RA Al-Busyro pada anak sebanyak 18 siswa, teknik analisa data dilakukan dengan menggunakan rumus prosentasi ketuntasan belajar siswa secara individu 65% dan ketuntan kelas mencapai 85%.
Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan selama tiga siklus dan berdasarkan seluruh pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan metode bermain kucing dan tikus dapat meningkatkan keterampilan sosial anak. Secara dekriptif pra siklus sabesar 22% dengan 552 skor, sedangkan pada siklus I sebesar 28% dengan 581 skor pada siklus II sebesar 44% dengan 738 dan sikilus III sebesar 89% dengan 895 skor. Hal ini membuktikan bahwa melalaui metode bermain kucing dan tikus dapat meningkatkan keterampilan sosial anak kelompok B RA Al-Busyro Sidorejo-Ngimbang tahun pelajaran 2015/2016.
No copy data
No other version available