TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PENERAPAN LEARNING CYCLE ?5E? DENGAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA SMP
ABSTRAKS
Susanti, Renita Devi. 2016 : Penerapan Penerapan Learning Cycle ?5E? dengan Pendekatan Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP
Pembimbing : I. Dr. Hj. Heny Sulistyaningrum, M.Pd
II. Edy Nurfalah, S.Pd, M.Sc
Kata Kunci : Learning Cycle ?5E?, Pendekatan Pemecahan Masalah, Kemampuan Penalaran Matematika, Respon Siswa
Penalaran merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa untuk mewujudkan tercapainya pembelajaran matematika. Namun pembelajaran matematika di kelas VIII-C SMP Negeri 2 Semanding Tuban belum tercapai hal ini ditunjukan dengan hasil wawancara dengan guru matematika kelas tersebut yang menyatakan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa masih di bawah KKM yaitu 65% dan hal tersebut disebabkan karena rendahnya kemampuan penalaran yang dimiliki siswa. Pernyataan tersebut didukung hasil pretest kemampuan penalaran yang didapat oleh peneliti menunjukan bahwa kemampuan penalaran matematika yang dimiliki siswa masih sangat rendah, dari 29 siswa yang mengikuti tes semuanya mendapat nilai tidak lebih dari 70. Untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematika maka peneliti akan menerapkan model learning cycle ?5E? dengan pendekatan pemecahan masalah.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes penalaran matematika siswa dan lembar angket respon siswa menggunakan model learning cycle ?5E? dengan pendekatan pemecahan masalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan penalaran matematika siswa kelas VIII-C SMP Negeri 2 Semanding dari pra siklus hingga siklus III yaitu kemampuan memperkirakan proses penyelesaian meningkat dari pra siklus 16,90% menjadi 70,69% pada siklus I menjadi 84,05% pada siklus II dan 94,83% pada siklus III, kemampuan menggunakan pola dan hubungan untuk menganalisa situasi matematik meningkat dari pra siklus 31,38% menjadi 79,74% pada siklus I menjadi 93,96% pada siklus II dan 97,41% pada siklus III, kemampuan menyusun argumen yang valid meningkat dari pra siklus 43,10% menjadi 64,66% pada siklus I menjadi 86,64% pada siklus II dan 93,10% pada siklus III, kemampuan menarik kesimpulan yang logis meningkat dari pra siklus 1,72 menjadi 58,62% pada siklus I menjadi 68,96% pada siklus II dan 81,89% pada siklus III. Hal ini didukung dengan rata-rata nilai tes yang meningkat dari pra siklus 23,28 menjadi 68,53 pada siklus I menjadi 83,3 pada siklus II dan 91,81 pada siklus III. Dan rata-rata respon siswa terhadap pembelajaran learning cycle ?5E? dengan pendekatan pemecahan masalah menunjukan hasil yang positif atau lebih dari 80% yaitu 84,85%.
No other version available