TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PROFIL BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH TERBUKA (OPEN ENDED PROBLEM) DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA SISWA
ABSTRAK
Mulyana, Yeni. 2016 : Profil Berpikir Kritis dan Keatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Terbuka (Open Ended Problem) Ditinjau Dari Kemampuan Matematika.
Pembimbing I : Mu?jizatin Fadiana , S.Si, M.Pd
Pembimbing II Tanti Nawangsari, S.Si, M.Pd
Kata Kunci : berpikir kritis, kemampuan matematika, kreatif dan masalah terbuka (open ended problem).
Setiap siswa memiliki tingkat berpikir kritis yang berbeda-beda. Untuk itu dalam pembelajaran seorang guru harus bisa memperhatikan tingkat berpikir kritis yang dimiliki setiap siswa, agar tepat dalam memberikan pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan matematika dari setiap siswa. Hal tersebut berguna untuk meningkatkan kemampuan bernalar siswa dalam menghadapi permasalahan sehari ? hari, terutama masalah matematika. Adapun tujuannya dari penelitian ini adalah mendeskripsikan profil berpikir kritis dan kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah terbuka (open ended problem) ditinjau dari kemampuan matematika siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Instrumen penelitiannya berupa tes kemampuan matematika, tes open ended serta wawancara. Subjek penelitian sebanyak 3 orang siswa yang dipilih berdasarkan hasil dari nilai tes kemampuan matematika yang memiliki nilai tinggi, sedang dan rendah
Teknik analisis data penelitian ini berupa analisis data deskriptif kualitatif yang digunakan untuk menganalisis hasil tes open ended dan hasil wawancara siswa berdasarkan 4 tahapan berpikir siswa yaitu klarifikasi, asesmen, inferensi dan strategi serta 3 indikator berpikir kreatif yaitu kebaruan, keluwesan dan orisinil. Dengan melalui tiga kegiatan secara bersamaan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa berkemampuan matematika tinggi dapat melalui seluruh tahapan berpikir kritis pada setiap nomor soal, namun pada soal nomor 5 tidak dapat melalui tahap strategi, namun tidak dapat melalui semua indikator berpikir kreatif sehingga termasuk dalam kategori tingkat berpikir kreatif sedang. Siswa berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak dapat melalui seluruh tahapan berpikir kritis dan kreatif secara sempurna maka siswa termasuk dalam kategori tingkat berpikir kreatif sedang dan rendah.
No other version available