Realia
Bercerita dengan Media Boneka Pada Anak Kelompok B di RA Islamiyah Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro
Anak usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang berada pada usia lahir sampai 6 tahun. Pada usia ini secara terminologi disebut sebagai anak usia pra sekolah usia 4 ? 6 tahun merupakan masa peka bagi anak. Anak mulai sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, konsep diri disiplin, kemandirian, seni, moral dan nilai-nilai agama. Oleh sebab itu dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal. Peran pendidik (orang tua, guru dan orang dewasa lain) sangat diperlukan dalam upaya mengembangkan potensi anak 4 ? 6 tahun. Upaya pengembangan tersebut dilakukan melalui kegiatan berkomunikasi dan bahasa yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang sedang dilalui oleh anak tersebut.
Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut di atas maka dipandang perlu untuk dilakukan penelitian yang berjudul ?Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Metode Bercerita Dengan Media Boneka Pada Anak Kelompok B Di RA Islamiyah Pejok Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro?
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut 1) Apakah penerapan Metode Bercerita dengan Media Boneka dapat Meningkatkan Kemampuan anak didik dalam berbicara. 2) Apakah Metode bercerita penting bagi perkembangan anak. Permasalahan-permasalahan tersebut diangkat untuk mengetahui kemampuan anak didik dalam berbicara dan membantu mengembangkan kesiapan dasar bagi perkembangan bahasa anak melalui bercerita.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Diskriptif kualitatif. Adapun dalam penelitian di sini metode sampling yang digunakan untuk guru/ pendidik. Sedang untuk merespon anak digunakan populasi. Sebanyak 11 siswa yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Untk menghimpun data yang diperlukan dalam penelitian ini diperlukan suatu metode. Sedangkan dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah studi kepustakaan/ kajian pustaka dan pendekatan lapangan dengan metode pengumpulan data yaitu :
? Pemberian tugas kepada anak secara individu
? Interview
? Demonstrasi
? Observasi
Data-data yang dikumpulkan dan diklarifikasi kemudian dianalisa dengan metode bercerita kepada anak-anak dalam pengembangan bahasa dan berbicara yang dilakukan guru yaitu :
1. Metode bercerita dengan cara membacakan buku-buku cerita bergambar.
2. Metode bercerita dengan media boneka seperti binatang.
Akhirnya dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan peningkatan kemampuan berbicara anak berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan 1). Untuk anak membantu mengembangkan penerapan dasar bagi perkembangan bahasa anak, 2) Untuk Pendidik : Dapat digunakan untuk menilai keberhasilan dalam mengajar dan dapat digunakan untuk intropeksi 3) Untuk Orang Tua : Sebagai laporan hasil anak didik dalam kurun waktu tertentu 4) Untuk Lembaga : Digunakan untuk memberi citra pada masyarakat tentang keberadaan lembaga di RA tersebut.
No copy data
No other version available