Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-10 DENGAN MEDIA POHON MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK KELOMPOK B TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL XI DESA TRITUNGGAL KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKSI
Nur Laili. H, 2016 : Peningkatan Kemampuan Mengenal Angka 1-10 pada Anak Kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2015/2016.
Pembimbing : I. Drs. Moh. Fathul Hidayat, M. Kes
II. Risma Nugrahani, S.Pd, M.Pd
Kata Kunci : Kemampuan Mengenal Angka, Media Pohon Angka
Pendidikan bertujuan agar budaya yang merupakan nilai-nilai luhur budaya bangsa dapat diwariskan dan dimiliki oleh generasi muda. Agar tidak ketinggalan zaman senantiasa relevan dan signifikan dengan tuntutan hidup. Diantara sekian banyak kemampuan yang perlu diwariskan kepada generasi muda adalah mengenal angka, karena mengenal angka merupakan alat yang sangat penting untuk mempelajari konsep matematika dasar. Permainan matematika merupakan salah satu kegiatan belajar yang mampu mengembangkan kemampuan dasar matematika anak di masa tahapan awal perkembangannya seperti kemampuan melihat, membedakan, meramalkan, memisahkan, dan mengenal konsep angka. Bagaimana kemampuan mengenal angka 1-10 pada anak kelompok B TK Aisyiyah XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2015/2016?, Bagaimanakah kemampuan mengenal angka 1-10 dengan media pohon melalui metode demonstrasi pada anak kelompok B TK Aisyiyah XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2015/2016?, Adakah peningkatan kemampuan mengenal angka 1-10dengan media pohon melalui metode demonstrasi pada anak kelompok B TK Aisyiyah XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2015/2016?
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan anak dalam mengenal angka 1-10 dengan media pohon melalui metode demonstrasi, dan secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mengenal angka pada anak melalui kegiatan-kegiatan yang digunakan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan.Kemampuan mengenal angka 1-10 pada anak kelompok B TK Aisyiyah XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2015/2016, kriteria cukup, Kemampuan mengenal angka 1-10 dengan media pohon melalui metode demonstrasi pada anak kelompok B TK Aisyiyah XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2015/2016, kriteria baik, Peningkatan kemampuan mengenal angka 1-10dengan media pohon melalui metode demonstrasi pada anak kelompok B TK Aisyiyah XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2015/2016, kriteria sangat baik.
Kemampuan (abilities) seseorang akan turut serta menentukan perilaku dan hasilnya. Menurut Soehardi (dalam Mustianah, 2010) yang dimaksud kemampuan atau abilitiesialah bakat yang melekat pada seseorang untuk melakukan suatu kegiatan secara fisik atau mental yang diperoleh sejak lahir, belajar, dan dari pengalaman.Pohon angka yaitu mainan edukasi untuk melatih anak mengenal angka-angka melalui media permainan edukatif. Media ini adalah alat permainan edukasi (APE) untuk kelompok pendidikananak usia dini (PAUD) seperti TK, Kelompok Bermain, RA, Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu.
Metode adalah cara menyampaikan/mentransfer ilmu yang tepat sesuai dengan anak usia TK sehingga menghasilkan pemahaman yang maksimal bagi anak didik. Metode merupakan bagian dari strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan yaitu untuk memperoleh data atau hasil yang maksimal, hal ini bertujuan untuk mendapatkan data dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Penelitian ditinjau dari jenis dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang menggunakan data-data dan mengelolanya secara kualitatif atau dalam bentuk uraian dan kalimat dan tidak melibatkan generalisasi dalam penarikan.Sedangkan penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menggunakan teknik-teknik pengumpulan data serta jenis data yang bersifat kuantitatif atau dinyatakan dalam bentuk angka.Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 14 anak yang terdiri dari 10 anak perempuan dan 4 anak laki-laki.
Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes, teknik observasi digunakan untuk mempelajari atau mengamati subjek yang dijadikan penelitian, sedangkan tes digunakan untuk mengetahui kemampuan mengenal angka pada peserta didik setelah proses belajar dilakukan.
Tekhnik analisis data merupakan cara mengolah data yang diperoleh dari tekhnik pengumpulan data yang telah dilaksanakan, teknik analisis data data pada penelitian ini meliputi Teknik Analisis Kualitatif dan Teknik Analisis Kuantitatif.
Kemampuan mengenal angka 1-10 pada anak kelompok B TK Aisyiyah XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2015/2016 masih rendah atu kurang. Hal ini dapat dilihat dari data pra survey dari 14 anak pada kelompok B yang dapat menguasai Indikator hanya 14%.Kemampuan mengenal angka 1-10 dengan media pohon melalui metode demonstrasi pada anak kelompok B TK Aisyiyah XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan tahun pelajaran 2015/2016 menglmi peningktn menjadi kriteria baik. Hal ini dapat diketahui dari hasil nilai siklus I sebesar 64% dan pada siklus II mengalami peningkatan kembali menjadi kategori sangat baik yaitu 93%. Dari data diatas diketahui rata-rata peserta didik kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2015/2016 atau kategori sangat baik. Dengan demikian hipotesis dapat diterima.Dengan media pohon melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan mengenal angka pada anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal XI Desa Tritunggal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2015/2016. Hal ini dapat diketahui dari hasil rata-rata yang diperoleh anak mulai pra siklus sebesar 14%atau kategori kurang. siklus I sebesar 64% atau kategori cukup dan siklus II kategori baik dan sangat baik. Berdasarkan rincian pembuktian hipotesis diatas maka hipotesis dapat diterima.
No copy data
No other version available