Realia
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Dengan Media Buku Cerita Melalui Metode Bercerita Pada Anak Kelompok A KB Melati Desa Sumurtawang Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016
ABSTRAK
Ropi`ah, 2016 : ?Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Dengan Media Buku Cerita Melalui Metode Bercerita Pada Anak Kelompok A KB Melati Desa Sumurtawang Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016?
Pembimbing 1 : Dra. SRI YANUARSIH, SPd.,M.Pd
Pembimbing 2 : Dwi Imam Efendi, S.Pd.,M.Pd
Kata kunci : Kemampuan berbahasa, Media Buku Cerita, Metode
Bercerita
Kemampuan berbahasa merupakan suatu proses menggunakan bahasa ekspresif (mengungkapkan) dan bahasa impresif (menyerap informasi). Kajian tentang perkembangan kemampuan berbahasa pada anak PAUD tidak terlepas dari kenyataan adanya perbedaan kecepatan dalam berbahasa. Dengan kemampuan berbahasanya anak diharapkan mampu mengungkapkan pikiran melalui berbahasa secara sederhana, tepat, dan mampu mengkomurikasikan secara efektif.
Penelitian ini berdasarkan nrmusan masalah bahwa melalui metode bercerita dengan media Buku Cerita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Kelompok A KB Melati Desa Sumurtawang Kec. Kragan Kab. Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016.
Tujuan penelitian tindakan kelas ini ingin mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbahasa anak melalui metode cerita dengan media buku cerita Kelompok A KB Melati Desa Sumurtawang Kec. Kragan Kab.. Rembang.
Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah anak Kelompok A KB Melati Desa Sumurtawang Kec.. Kragan Kab. Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah 13 anak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi instrument metode observasi, metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan analisa data secara deskriptif kualitatif. Penerapan media buku ceritasangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa pada Kelompok A KB Melati Desa Sumurtawang Kec. Kragan Kab. Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016, hal ini terbukti jika prosentase tuntas belajar secara klasikal pada Pra siklus hanya 53,85% atau sekitar 7 anak yang dinyatakan tuntas, maka pada siklus I prosentase ketuntasan belajar meningkat secara klasikal menjadi sebesar 69,23% atau 9 anak, dan Pada Siklus II Ketuntasan belajar sebesar 92,3I atau sebanyak 12 anak, sedangkan sebesar 7,69% atau 1 anak belum mencapai tuntas belajar
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui metode cerita dengan
media buku cerita dapat meningkatkan prosentase ketuntasan belajar anak pada Kelompok A KB Melati Desa Sumurtawang Kec. Kragan Kab..
Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016.
No other version available