Realia
Peningkatan Perkembangan Kognitif Dengan Metode Bermain Klasifikasi di PG Nurul Hidayah Desa Sembungin Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016?
ABSTRAKSI
Widiatul Ilmia, 2016 : ?Peningkatan Perkembangan Kognitif Dengan Metode Bermain Klasifikasi di PG Nurul Hidayah Desa Sembungin Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016?
Pembimbing : I. Lilik Mawartiningsih, S.Pd, M.Pd
II. Citra Dewi Rosalina Arifin, S.Pd, M.Pd
Kata kunci : Kemampuan mengenal benda , metode bermain media jepit baju berbagai warna dan manik-manik geometri
Proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan siswa menyangkut enam aspek yang harus dikembangkan, yaitu : Mengenai Aspek Pengetahuan (Kognitif), Aspek Ketrampilan (Psikomotor), Aspek Sikap (Afektif), Aspek Bahasa, Aspek Sosial Emosional, dan Aspek Seni . Pengembangan keenam aspek tersebut harus berkembang secara seimbang sesuai dengan program yang telah ditetapkan.
Penelitian pada skripsi ini membahas tentang cara mengembangkan kemampuan kognitif siswa yaitu tentang kemampuan mengenal benda melalui bermain klasifikasi pada Kelompok Usia 3-4 tahun PG Nurul Hidayah Desa Sembungin Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimana Perkembangan kognitif anak dengan metode bermain klasifikasi di PG Nurul Hidayah Desa Sembungin Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban pada tahun pelajaran 2015/2016. 2) Apakah metode bermain klasifikasidapat meningkatkan perkembangan kognitif pada anak usia dini di PG Nurul Hidayah Desa Sembungin Kecamatan bancar Kabupaten Tuban. Sedangakan Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan perkembangn kognitif anak dengan metode bermain klasifikasi di PG Nurul Hidayah Desa Sembungin Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban pada tahun pelajaran 2015/2016
Subyek penelitian ini adalah anak usia dini Kelompok usia 3-4 tahun PG Nurul Hidayah Desa Sembungin Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban Tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah anak sebanyak 20 anak. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi, metode penugasan dan metode dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan prosentase ketuntasan belajar, jika pada pra survey ketuntasan belajar klasikal hanya 50% atau 10 anak maka meningkat sampai akhir siklus I menjadi sebesar 65% anak yang dinyatakan tuntas, sedangkan yang 45% anak dinyatakan belum tuntas. Dan sampai akhir penelitian yaitu siklus II meningkat hingga mencapai 90% anak telah mampu secara baik atau tuntas belajar. Sedangkan yang 10% anak belum mampu mengelompokkan benda secara tepat dan mandiri.
No other version available