Buku PGSD
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS XI DI MA NURUL HUDA KRAGAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Siti Rokana, 2012 : Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada Siswa Kelas XI di MA Nurul Huda Kragan Tahun Pelajaran 2015/2016.
Pembimbing I : Dra. Henny Sri Astuty, M.Pd.
Pembimbing II : Dr. Dumiyati, M.Pd.
Kata Kunci : Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS)
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bahwa aktifitas siswa di kelas masih rendah, dimana siswa di kelas kurang aktif dalam proses belajar mengajar, kurangnya perhatian siswa pada saat guru menerangkan pelajaran dan sulit untuk menimbulkan interaksi yang baik antara siswa dan siswa, apalagi antara siswa dengan guru. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa dalam penerapan model pembelajaran TPS pada pelajaran Ekonomi kelas XI di MA Nurul Huda Kragan, Mendeskripsikan hasil belajar an respon siswa dalam penerapan model pembelajaran TPS pada pelajaran Ekonomi kelas XI di MA Nurul Huda Kragan.
Penelitian ini adalah menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan selama 3 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui wawanvara, tes, observasi, angket dan dokumentasi. Analisis data dilakukan engan cara mengolah skor pengamatanaktivitas guru, akivitas siswa, dan hasil belajar siswaam bentuk prosentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I, siklus II dan siklus III bahwa aktivitas guru selama penerapan model pembelajaran TPS mengalami peningkatan. Hal ini dapat ditunjukkan dari pengamatan dalam lembar observasi aktivitas guru mengalami peningkatan yaitu dengan skor rata-rata yang diperoleh pada siklus I sebesar 56,5, pada siklus II sebesar 65 dan pada siklus III sebesar 68,5 dengan kategori sempurna. Hal ini juga ditunjukkan dengan lembar observasi akivitas siswa yang mengalami jumlah keaktifan siswa yang semakin bertambah dari siklus I ke siklus II dan ke siklus III. pada siklus I rata-rata aktivitas siswa atau hasil belajar afektif dan psikomotorik siswa yang masuk kategori amat baik sebesar 17,3%, kategori baik 63,5%, kategori kurang 19,2%, dan amat kurang 0%. Pada siklus II siswa yang masuk kategori amat baik sebesar 44,35%, kategori baik 55,75%, kategori kurang 0%, dan amat kurang 0%. Sedangkan pada siklus III siswa kategori amat baik sebesar 69,25%, kategori baik 30,75%, kategori kurang 0%, dan amat kurang 0%.
Dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini dapat ditunjukkan dari meningkatnya pada rata-rata daya serap siswa siklus I pertemuan pertama mencapai 69,61 dan pertemuan kedua mencapai 73,2, pada siklus II pertemuan pertama mencapai 77,6 dan pertemuan kedua mencapai 80, sedangkan pada siklus III pertemuan pertama mencapai 81 dan pertemuan kedua mencapai 82. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata daya serap siswa mengalami peningkatan secara bertahap. Begitu juga dengan ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada siklus I mencapai 61,53%, pada siklus II mencapai 80,76% dan siklus III mencapai 88,46%.
Berdasarkan hasil analisis dari angket menyatakan bahwa respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran pada umumnya menunjukkan rasa senang dan setuju jika diterapkan pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share). Hal ini dapat ditunjukkan bahwa rata-rata siswa yang menjawab selalu dan sangat setuju sebanyak 40,8%, sering dan setuju sebanyak 42,9%, kadang-kadang dan tidak setuju sebanayak14,2%, dan yang menjawab tidak pernah dan sangat tidak setuju sebanyak 2,2%.
No other version available