Realia
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN TENTANG BERORGANISASI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIFPADA SISWA KELAS V SEMESTER II SDN WANGLU KULON SENORI TUBANTAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKSI
Salamah, Umi.2016 : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Pkn Tentang
Berorganisasi Melalui Pembelajaran Kooperatif Pada Siswa Kelas V Semester II SDN Wanglu Kulon Senori Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016.
Pembimbing : 1. Dr. Usep Supriatna, M.Pd.
2. Romi Hidayatullah, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci : Hasil belajar, Pembelajaran kooperatif
Berdasarkan hasil observasi pada pembelajaran PKN di SDN Wanglu Kulon dilaksanakan pada tanggal 23 bulan Mei 2016 di kelas V SDN Wanglu Kulon kecamatan Senori kabupaten Tuban diperoleh hasil sebagai berikut: rata-rata dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kelas adalah 67,6 terdapat 19 siswa yang masih belum mencapai KKM dan hanya 6 siswa yang telah mencapai KKM. Sedangkan untuk mengetahui ketuntasan belajar secara klasikal. Halini, menunjukkan hasil pembelajaran yang masih rendah.
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa SDN Wanglu Kulon Senori Tuban dengan model pembelajaran kooperatif, dan untuk mengetahui apakah dengan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa SDN Wanglu Kulon, serta untuk mengetahui bagaimanakah penerapan model Pembelajaran Kooperatif.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Wanglu Kulon Senori Tuban yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini menggunakan PTK (penelitian Tindakan Kelas), tiap siklusnya terdapat perencanaan, pelaksanaan/tindakan, observasi/pengamatan, refleksi. Teknik pengumpulan data melui tes, observasi, wawancara, dokumentasi.
Berdasarkan pembahasan analisis yang telah dilakukan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dapat meningkatkan hasil belajar PKn materi berorganisasi tentang materi berorganisasi pada siswa kelas V SDN Wanglu Kulon Snori Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016. Dengan demikian, disimpulkan bahwa melalui pembelajaran kooperatif (cooperative learning) sangat efektif untuk meningkan hasil belajar siswa. Hal ini ditandai dengan peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar siswa prasiklus yaitu siklus I memperoleh nilai rata-rata 70,2 dan siklus II memperoreleh nilai rata-rata mencapai 75,4 peningkatan persentase dari siklus I kesiklus II adalah 74,07%. Jika dilihat jumlah siswa yang meningkat dari siklus I hanya 9 siswa yang memenuhi ketuntasan klasikal dan siklus II sebanyak 20 siswa yang telah mencapai nilai ketuntasan kalsikal.
No other version available