Skripsi Ilmu Perikanan
BENTUK, MAKNA DAN FUNSI CERITA RAKYAT DI DESA DADAPAN KECAMATAN SEDAN KABUPATEN REMBANG
ABSTRAKSI
Syaifuddin : Bentuk, Makna, dan Fungsi Cerita Rakyat di Desa Dadapan Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang
Pembimbing : Dra.Wahyu Mulyani, M.Pd
Kata Kunci : Bentuk, Makna, dan Fungsi
Sastra daerah adalah warisan leluhur bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai sosial budaya, falsafah, religius, etnis moral, norma-norma tata krama di sepanjang kehidupan kita. Sastra lahir disebabkan oleh dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan ekspresi dalam dirinya terhadap dunia realitas yang berlangsung sepanjang hari dan sepanjang zaman.
Hubungan sastra daerah dengan masyarakat terjadi sepanjang masa, sebab menurut Eagleton (dalam Kutha, 2002:34), sastra selalu ditulis kembali pada zamannya, meskipun hanya secara tidak disadari. Pengkajian terhadap sastra lisan perlu dilakukan terus-menerus, apalagi bila diingat bahwa terjadinya perubahan dalam masyarakat seperti berkembang pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi modern dapat menyebabkan berangsur-angsur hilangnya sastra lisan diseluruh Nusantara.
Cerita rakyat di desa Dadapan tidak jauh beda nasibnya dengan sastra lisan lainnya yang terancam punah. Masyarakat Dadapan khususnya generasi muda yang merupakan generasi penerus tidak lagi mengetahui bentuk mitos, legenda, dan dongeng dari cerita rakyat, generasi penerus juga tidak lagi mengetahui makna dari cerita rakyat dan generasi penerus juga tidak lagi mengetahui fungsi rekreatif, didaktif, estetis, moralitas, dan religius dari cerita rakyat yang ada di Desa Dadapan.
Cerita rakyat yang dianalisis adalah bentuk mitos, Legenda, Dongeng, Makna Moral, Religius, dan Adat yang terdapat dalam isi Cerita rakyat, kemudian fungsi religius, sosial-budaya dan pendidikan. Adapun cerita rakyat yang dianalisis bentk, makna dan fungsi adalah Mbok Rondo Dadapan, Buyot Wasi, Mbah Gengsong dan Watu Gedhe.
No other version available