Laporan Penelitian Dosen
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SEMESTER II SDN I JEPANGREJO TAHUN AJARAN 2015/2016
ABSTRAKSI
Sulistyowati. 2016 : ?Peningkatan Keterampilan Berbicara dengan Menggunakan Metode Diskusi Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Semester II SDN I Jepangrejo Tahun Ajaran 2015/2016.
Pembimbing : 1. Dyah Kurniawati, M.Pd
2. Novialita Angga Wiratama, M.Pd
Kata Kunci : Bahasa Indonesia, Diskusi, Keterampilan Berbicara, Hasil Belajar.
Hasil observasi pratindakan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa SD Negeri 1 Jepangrejo masih dibawah KKM yaitu 65. Hal ini disebabkan karena rendahnya keterampilan berbicara siswa, siswa tidak tahu apa yang harus diungkapkan ketika pembelajaran, siswa masih menggunakan bahasa campuran yaitu Indonesia dan Jawa, serta siswa terbata-bata dalam berbicara.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan berbicara dengan menggunakan metode diskusi mata pelajaran Bahasa Indonesia pada kelas IV SD Negeri 1 Jepangrejo. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Jepangrejo, semester genap tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 siswa, terdiri atas 11 siswa laki ?laki dan 9 siswa perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari satu pertemuan. Pada setiap siklus terdapat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Instrumen berupa lembar observasi dan lembar evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsi kualitatif Indikator keberhasilan penelitianini ditandai dengan meningkatnya ketrampilan berbicara Bahasa Indonesia yakni 85% dari jumlah siswa yang mengikuti proses pembelajaran telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 65.
Hasil belajar peningkatkan kemampuan berbicara berbahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 1 Jepangrejo Kecamatan Blora Kabupaten Blora tahun ajaran 2015/2016 padasiklus I diperoleh data bahwahasiltesevaluasisiswa yang mencapai KKM 65 (tuntas) sejumlah 13 siswadan yang belummencapai KKM 65 (tidak tuntas) sejumlah 7 siswa dan ketuntasan klasikalnya adalah 47%. Pada siklus II diperoleh data bahwa hasil tes evaluasi siswa yang mencapai KKM 65 (tuntas) sejumlah 17 siswa dan yang belum mencapai KKM 65 (tidak tuntas) sejumlah 2 siswa dan ketuntasan klasikal menjadi 88%.
Kesimpulan yang berdasarkan analisis data dalam setiap siklusnya menunjukakan bahwa rata-rata nilai ketuntasan belajar siklus I belum memenuhi nilai ketuntasan dan siklus II telah memenuhi nilai ketuntasan.
No other version available