Laporan Penelitian Dosen
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI JENIS-JENIS PENGUKIT MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS V SDN TAMBAKBOYO 01
ABSTRAKSI
Sa?adah,nailatus.2016 : Peningkatan hasil belajar IPA materi jenis-jenis pengukit melalui pembelajaran kooperatif tipe Make A Match pada siswa kelas V SDN Tambakboyo 01 Tahun pelajaran 2015/2016.
Pembimbing : 1. Dr.Heny Sulistyaningrum, M.Pd
2.iAnggun Winata, S.Si., M.Pd
Kata kunci : Hasil Belajar, IPA SD, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a match.
Berdasarkan observasi awal di kelas V SDN Tambakboyo 01ditemukan permasalahan pembelajaran IPA. Guru kurang variatif, kreatif dalam mengajar di kelas, hanya menekankan pada penyampaian materi dan pemberian tugas. Siswa kurang dilibatkan dalam pembelajaran, kurang antusias, kurang termotivasi dalam kegiatan diskusi, serta penggunaan media pembelajaran tidak maksimal. Rumusan masalah penelitian ini adalah ?Apakah penggunaan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa, respon siswa, kelas V SDN Tambakboyo 0I pada pembelajaran IPA??. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan model Make A Match dapat meningkatkan hasil belajar siswa,respon siswa, kelas V SDN Tambakboyo 0I pada pembelajaran IPA.
Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas, dilakukan dua siklus.setiap siklus terdiri dua perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Tambakboyo 01. Pengumpulan data data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan tes serta respon siswa terhadap pembelajaran Make A Match.
Penelitian ini dilakukan di SDN Tambakboyo 01 Kecamatan tambakboyo Kabupaten Tuban. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tambakboyo 01 Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban tahun pelajaran 2015/2016, berjumlah 25 siswa.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas diperoleh bahwa setelah menggunakan pembelajaran Make A Match hasil belajar siswa pelajaran IPA menggalami kenaikan, Hal ini terbukti sebelum menggunakan model Make Match nilai rata-rata pra siklus siswa hanya 58 dengan prosentase ketuntasan 44%, setelah menggunakan model Make A Match terjadi kenaikan pada siklus I menjadi 28% dengan prosentase 72% dan terjadi kenaikan yang signifikan pada siklus II yakni dengan nilai rata-rata siswa adalah 84% dengan prosentase ketuntasan 92% ini berarti pada siklus II siswa tuntas karena seluruh siswa nilainya diatas KKM.Dari uraian diatas dapat isimpulkan bahwa dengan menggunakanpembelajaran Make A Match mengalami kenaikan belajar hal itu terbukti dari kenaikan prosentase ketuntasan siswa dari pra siklus,sklus I,siklus II yang mencapai 92%.
No other version available