Laporan Penelitian Dosen
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MATERI KEBEBASAN BERORGANISASI MELALUI METODE PROBLEM SOLVING KELAS V SEMESTER 2 SDN 2 LOGEDE KECAMATAN SUMBER KABUPATEN REMBANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ABSTRAKSI
Aritasari,Vivi, 2016 : Meningkatkan Hasil Belajar PKn Materi Kebebasan Berorganisasi Melalui Metode Pembelajaran Problem Solving pada siswa kelas V Semester 2 SDN 2 Logede Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016
Kata kunci : Hasil Belajar, PKn, Kebebasan Berorganisasi, Metode Pembelajaran Problem Solving
Pembelajaran PKn di kelas V SDN 2 Logede, hanya menggunakan metode ceramah menyebabkan siswa kurang tertarik pada mata pelajaran ini. Untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V diperlukan menggunakan metode pembelajaran yang lebih variatif lagi, salah satunya adalah Problem Solving, dalam metode ini lebih menekankan pada peran aktif siswa sehingga diharapkan setelah menerapkan metode ini hasil belajar PKn pada siswa kelas V dapat meningkat.
Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui peningkatan hasil belajar IPS kelas V SDN 2 Logede Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan menggunakan metode Pembelajaran Problem Solving dan mengetahui seberapa besar pengaruh metode pembelajaran Problem Solving terhadap hasil belajar PKn kelas V SDN 2 Logede Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016
Subyek peneletian ini adalah semua siswa kelas V SDN 2 Logede Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang Tahun Pelajaran 2015/2016. Mata pelajaran yang diambil yaitu PKn kelas V Semester 2 materi kebebasan berorganisasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di peroleh dengan menggunakan metode observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik kuantitatif yaitu data berupa hasil tes dan teknik kualitatif yaitu data non tes.
Berdasarkan hasil pra survey diketahui ketuntasan belajar siswa mencapai 30% dengan rata ? rata nilai 60,5 Setelah menggunakan metode pembelajaran Problem Solving nilai rata ? rata kelas naik 4 menjadi 64,5 dan ketuntasan belajar meningkat sebesar 30% menjadi 40%. Pada siklus satu hasil keaktifan siswa mendapatkan skor 52% yang berarti cukup dan kinerja guru mendapatkan skor 62 % yang berarti cukup. Hasil dari siklus I belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditentukan oleh sebab itu perlu dilakukan siklus yang ke ? 2. Pada siklus II rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 8 menjadi 72,5 dan ketuntasan belajar siswa naik sebesar 40% menjadi 90%. Ke aktifan siswa dan kinerja guru mengalami peningkatan menjadi 72% dan 77% yang berarti baik. Berdasarkan hasil siklus II maka tidak diperlukan siklus selanjutya karena sudah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Pengaruh model pembelajaran Problem Solving ini siswa sangat antusias, membuat siswa menjadi lebih aktif pada saat pembelajaran dan suasana kelas pembelajaransemakin kondusif.
No other version available