Laporan Penelitian Dosen
UPAYA PENERAPAN METODE INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN SIFAT-SIFAT CAHAYA KELAS V SDN JATI KECAMATAN SOKO
ABSTRAKSI
Muvidah, Aizatul, 2016: Upaya Penerapan Metode Inquiry untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Sifat-Sifat Cahaya Kelas V SDN Jati Kecamatan Soko
Pembimbing : Drs, Moh. Fathul Hidayat, M. Pd. dan Sri Cacik, M.Pd.
Kata Kunci : Metode Inquiry, hasil belajar, Sifat-Sifat Cahaya
Proses belajar mengajar di SDN Jati khususnya kelas V kurang efektif, banyak siswa mengalami kesulitan menerima pelajaran IPA pada materi sifat-sifat cahaya. Hal ini disebabkan guru dalam penyampaian materi hanya menggunakan metode ceramah dan tidak menggunakan media maupun alat peraga sehingga nilai rata-rata siswa masih dibawah KKM yang ditentukan.
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (1) Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan metode inquiry pada pembelajaran IPA pokok bahasan sifat-sifat cahaya Pada Siswa kelas V Semester II SDN Jati Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Tahun pelajaran 2015/2016 ? (2) Bagaimanakah aktivitas siswa selama penerapan metode inquiry pada pembelajaran IPA Pokok Bahasan sifat-sifat cahaya pada siswa kelas V Semester II SDN Jati Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016 ? (3) Bagaimanakah aktivitas guru selama penerapan metode inquiry pada pembelajaran IPA Pokok Bahasan sifat-sifat cahaya pada siswa kelas V Semester II SDN Jati Kecamatan Soko Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016 ? Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas siswa, aktivitas guru setelah pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya kelas V dengan menggunakan metide inquiry.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dua siklus.Tiap siklusnya terdapat perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/ observasi, refleksi. DenganInstrumenpengumpulan data melaluiobservasi dan tes hasil belajar. Untuk mengukur ketuntasan siswa diukur dengan criteria ketuntasan minimal yakni 70 dan dengan ketuntasan klasikal 80%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 30% pada prapenelitian menjadi 50% pada siklus 1 dan 80% pada siklus 2. Keterlaksanaan proses aktivitas peneliti meningkat dari kategori baik presentase 29% pada siklus 1 menjadi kategori sangat baik dengan persentase 36% pada siklus 2. Sedangkan keterlaksanaan proses aktivitas siswa meningkat dari kategori baik dengan persentase 23% pada siklus 1 menjadi sangat baik dengan persentase 30% pada siklus 2. Kendala yang terjadi selama proses pembelajaran adalah guru hanya menggunakan metode konvensional.
No other version available