Laporan Penelitian Dosen
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN INKUIRI BERBANTUAN MEDIA KONKRET MATERI BANGUN RUANG PADA SISWA SD
ABSTRAKSI
Inayati, Nanik Aini. 2016 : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Dengan Pendekatan Inkuiri Berbantuan Media Konkret Materi Bangun Ruang Pada Siswa SD
Pembimbing : Puji Rahayu, M.Pd dan Putra Johan Bahagia, S.Pd, M.Pd.
Kata Kunci : Pendekatan, Media Konkret, Meningkatkan Hasil Belajar.
Pembelajaran Matematika di sekolah dasar bertujuan untuk melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis dan konsisten Banyak kendala untuk mencapai nilai prestasi matematika, sehingga menjadi momok hal ini menjadi masalah tersendiri bagi guru, dari tahun ketahun hasil evaluasi siswa hampir dikatakan tidak mengalami perubahan bahkan selalu menempati posisi terendah dalam perolehan rata-rata kelas seperti halnya di SDN 2 Sendangharjo. Hal ini disebabkan kegiatan pembelajaran kurang efektif dan kurangnya minat siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah pendekatan inkuiri berbantuan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar (2) Apakah pendekatan inkuiri berbantuan media konkret dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IV SDN 2 Sendangharjo.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan pendekatan inkuiri berbantuan media konkret (2) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa kelas IV SDN 2 Sendangharjo dengan pendekatan inkuiri berbantuan media konkret.
Subjek penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SDN 2 Sendangharjo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora Tahun Pelajaran 2015/2016. Materi dalam penelitian ini adalah Bangun Ruang. Pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri berbantuan media konkret. Menggunakan desain PTK, metode tes dan observasi.
Hasil penelitian diperoleh bahwa Pembelajaran matematika melalui pendekatan inkuiri berbantuan media konkret dapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa sesuai analisis data, terlihat nilai rata-rata kelas pada kondisi awal 61,2 dengan persentase ketuntasan sebesar 43%, meningkat pada siklus I menjadi 68,1 dengan persentase ketuntasan sebesar 53%, dan meningkat pada siklus II yaitu menjadi 73,8 dengan persentase ketuntasan sebesar 86%. Peningkatan aktivitas siswa pada kondisi awal siswa kurang aktif dengan persentase klasikal sebesar 42,8%, meningkat pada aktivitas siswa pada siklus II dengan persentase klasikal sebesar 85,7%.
No other version available