Text
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN VISUALIZATION-AUDITORY-KINESTETIC (VAK) DENGAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN KINERJA ILMIAH KELAS VII DI SMPN 1 SEMANDING TUBAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017
ABSTRAK
Meilina Nurmega H, 2016 :Penggunaan Model Pembelajaran Visualization Auditory-Kinestetic (VAK) dengan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Kinerja Ilmiah Kelas VII di SMPN 1 Semanding Tuban Tahun Pelajaran 2016/2017.
Pembimbing :Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes
Ir. Hernik Pujiastutik, M.Pd
Kata Kunci :Model Pembelajaran Visualization Auditory-Kinestetic (VAK), Metode Eksperimen, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran IPA pada umumnya yang terjadi hanya bersifat konvensional guru kurang mengaitkan antara teori dengan fenomena secara langsung, sehingga siswa menjadi pasif dan kurang memahami konsep dan ketrampilan yang telah dipelajari. Akibatnya siswa menjadi pasif. Kondisi seperti ini jelas tidak mendukung untuk meningkatkan hasil belajar siswa serta aktivitas siswa dan guru juga dinilai masih rendah. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran adalah menggunakan model pembelajaran Visualization Auditory-Kinestetic (VAK) dengan metode eksperimen yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas selama pembelajaran berlangsung.
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan subyek penelitian kelas VII-B SMPN 1 Semanding. Penelitian ini dilakukan sebanyak III siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode observasi, tes, dan angket respon siswa.
Prosentase ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I sampai siklus III mengalami peningkatan. Pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 67,64% dengan nilai rata-rata sebesar 75,44, pada siklus II ketuntasan klasikal sebesar 85,28% dengan nilai rata-rata sebesar 80,14, sedangkan pada siklus III ketuntasan klasikal mencapai 94,11% dengan nilai rata-rata sebesar 84,55. Aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari tiap siklus. Siklus I dengan rata-rata sebesar 28,9% dengan kategori baik, siklus II dengan rata-rata sebesar 32,5% kategori baik, sedangkan pada siklus III dengan rata-rata sebesar 36,35% dengan kategori sangat baik. Aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan dari tiap siklus. Siklus I dengan rata-rata sebesarb 2,97% dengan kategori baik. Siklus II dengan rata-rata sebesar 3,33 dengan kategori baik. Sedangkan pada siklus III dengan rata-rata sebesar 3,61 dengan kategori sangat baik. Sedangkan respon siswa terhadap model pembelajaran Visualization Auditory-Kinestetic (VAK) dengan metode eksperimen adalah positif. terdapat 92,5% siswa yang menjawab ya dengan kategori sangat efektif dan 7,5% siswa menjawab tidak dengan kategori sangat tidak efektif.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan terhadap model pembelajaran Visualization Auditory-Kinestetic (VAK) dengan metode eksperimen dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan kinerja ilmiah kelas VII di SMPN 1 Semanding Tuban tahun pelajaran 2016/2017
No other version available